Patroli Cyber Sasar Sosmed

552
AKBP Hari Purnomo Kapolres Magelang
AKBP Hari Purnomo Kapolres Magelang

Kami menyebutnya Patroli Cyber di internet. Ke depan, kami akan bersinergi dengan sentra Penegakan Hukum Terpadu Pilkada.

AKBP Hari Purnomo, Kapolres Magelang

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Sosial media akan menjadi salah satu hal yang diwaspadai Polri selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Polres Magelang telah membentuk Tim Satgas Anti-Black Campaign untuk menjaga kondusifitas daerah.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, Satgas Anti-Black Campaign ini untuk mencegah kampanye hitam yang menyasar para calon. Khususnya di media sosial (sosmed). Hal ini sesuai instruksi dari Mabes Polri, guna menciptakan pemilu yang demokratis.

“Di sisi lain juga untuk mengantisipasi munculnya fitnah serta ujaran kebencian yang bisa memecah belah persatuan, suku, agama dan ras, yang berpotensi muncul saat Pilkada 2018 ini,” kata Hari, Jumat (12/1).

Satgas ini nantinya akan menggelar patroli. Tapi patroli dilakukan di dunia maya. Patroli ini akan mengawasi lalu lintas percakapan yang mengarah ke kampanye hitam di sosmed. Seperti aplikasi Facebook, Twitter, Instagram, G+ dan lainnya. “Kami menyebutnya Patroli Cyber di internet. Ke depan, kami akan bersinergi dengan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pilkada,” imbuhnya.

Ia juga berharap masyarakat ikut mencegah terjadinya kampanye hitam. Salah satunya dengan melapor ketika menemui akun medsos yang diduga melakukan kampanye hitam. ”Bila kampanye hitam muncul di media sosial, nanti Tim Satgas akan menelusuri dan menindak pemilik akun dengan Undang-undang ITE,” tegasnya.

Terpisah, Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengajak mahasiswa dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk bijak dalam bermedia sosial. Apalagi di Temanggung sudah memasuki tahapan Pilbup.

“Karena jari anda semua itu sekarang sangat sakti, dengan satu sentuhan jari anda bisa mendatangkan masalah yang cukup besar. Contoh kalau ada berita hoax, dengan satu jari anda, kalau kita tidak bijak dalam memilih berita yang beredar di sekitar kita, berita hoax itu akan mempengaruhi kita dan juga orang lain, padahal tidak tahu apakah berita itu benar atau salah,” kata Wiyono dalam acara Tatap Muka Kapolres Temanggung dengan FKUB dan mahasiswa Kabupaten Temanggung, Rabu (9/1) pagi.

Lebih lanjut Wiyono menambahkan, untuk mengenali apakah berita itu hoax atau bukan, kita harus mengetahui dengan benar sumber berita tersebut. Kemudian baca keseluruhan beritanya, dan lihat keaslian gambar dan video dalam berita itu. “Yang terakhir selalu kritis dalam membaca berita, juga harus mencari informasi dari sumber yang berbeda agar kita terhindar dari hoax,” lanjut lulusan Akpol 1999 itu. Wiyono juga mengimbau kepada FKUB agar dalam pemilihan bupati tahun ini tidak mencampuradukkan masalah politik dengan agama, karena dapat memicu konflik SARA. (jpg/ton)