Lebih Simpel, Canangkan Kalisegoro Sejuta Anggrek

Warga Kalisegoro, Gunungpati Budi Daya Anggrek lewat Kultur Jaringan

217
TANAM ANGGREK: Kader PKK RW 4 Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati memamerkan hasil budidaya anggrek, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANAM ANGGREK: Kader PKK RW 4 Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati memamerkan hasil budidaya anggrek, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Ibu-ibu RW 4 Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mencoba melalukan budidaya anggrek dengan cara kultur jaringan. Mereka  didampingi tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

PULUHAN ibu-ibu kader PKK RW 4 Kelurahan Kalisegoro tampak antusias melihat cara budidaya bunga anggrek melalui kultur jaringan. Ada yang membuat catatan bagaimana cara menerapkan kultur jaringan pada tanaman anggrek. Ada pula yang langsung coba mempraktikkan dengan menggunakan media tanam berupa agar, arang, dan pupuk di dalam sebuah gelas.

“Anggrek kan bunga yang harganya mahal, dengan dilakukan pendampingan dan pelatihan ini diharapkan anggota PKK RW 4 Kelurahan Kalisegoro bisa membudidayakan anggrek, selain itu juga bisa dijual guna mendapatkan pendapatan,” kata Ketua PKK RW 4 Kelurahan Kalisegoro, Hapsari Puspita Ningsih, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ada beberapa jenis anggrek yang coba ditanam melalui kultur jaringan, seperti anggrek bulan, bendonium, anggek sandal venus, catalea dan lain sebagainya. Bahkan ibu-ibu PKK sudah membentuk kelompok bernama Griya Mekar Sari untuk mengembangkan budidaya anggrek.

“Bibit anggrek dari biji sangat susah dikembangkan, butuh modal besar. Dengan kultur jaringan tentunya lebih mudah, namun caranya kami nggak tahu, sehingga pendampingan ini sangat bermanfaat,” jelasnya.

Kesulitan yang dialami kelompok Griya Mekar Sari dalam membudidayakan anggrek sendiri adalah untuk membagi waktu antara bekerja dan kegiatan kelompok, modal, hingga cara menanam yang baik dan benar. “Kultur jaringannya, kami diajari oleh tim dari UNNES. Termasuk cara menanam dan merawat anggrek agar bisa bernilai jual tinggi,” paparnya.

Enni Swarsi Rahayu, pengelola sasana Kultura LP2M UNNES menjelaskan, pemberdayaan masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga dengan cara budidaya anggrek. Apalagi Kampung Kalisegoro juga dijadikan kampung tematik bernama Kalisegoro Sejuta Anggrek (Kaesang).

“Arahnya tentu ke depan adalah profit, kami memberikan pelatihan berupa pembenihan kultur jaringan untuk pembesaran, membungakan, dan menjual. Apalagi anggrek adalah bunga dengan nilai jual tinggi,” katanya.

Enni mengatakan, teknik kultur jaringan yang digunakan pada tanaman anggrek dinilai lebih tepat sebagai cara budidaya. Selain menggunakan biji, teknik kultur jaringan bisa menggunakan daun, ataupun batang dari bunga anggrek. Dibanding dengan menanam biji, cara ini lebih efektif, apalagi bibit anggrek dengan biji untuk tumbuh bukalanlah hal yang mudah dan memiliki perawatan khusus. “Kultur jaringan pun sama, namun untuk mengubah biji menjadi bibit lebih mudah,” ucapnya.

Ia menjelaskan secara singkat tentang pembibitan menggunakan kultur jaringan, pertama biji yang berasal dari kuntum bunga anggrek, dipindahkan ke media tanam berupa agar-agar, arang dan lainnya. Setelah itu harus disterilkan dan ditutup agar kedap udara. Jika terkena udara, biasanya yang tumbuh adalah hama. Calon bibit ini kemudian disimpan di tempat tertutup agar menjadi calon bibit anggrek dan hanya diterangi cahaya lampu.

“Bisa dari biji, batang ataupun daun untuk kultur jaringan ini, soalnya dari biji lebih susah untuk dikembangkan. Sebelumnya kami melakukan penelitian dahulu agar teknik kultur jaringan ini bisa berhasil,” jelasnya.

Agar berbeda dan memiliki nilai jual tinggi, anggota Griya Mekar Sari juga diajari persilangan bibit anggrek untuk menemukan varian bunga anggrek baru. Tentunya cara tersebut akan menambah harga anggrek menjadi lebih tinggi alias ekonomis. “Selain anggrek kultur jaringan biasanya digunakan untuk tanaman yang sulit dibudayakan, misalnya kantung semar ataupun tanaman venus,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here