Kontraktor Diputus Kontrak, Pekerja Terkatung-katung

679

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Uno Tanoh Seuramu, kontraktor yang menangani pembangunan tempat relokasi Pasar Johar di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), diputus kontrak. Kontraktor ini tidak bisa menyelesaiakan pekerjaan proyek pembangunan relokasi tahap II tersebut tepat waktu.  Dampaknya, sejumlah pekerja terkatung-katung karena tidak dibayar atau belum digaji. Terutama pekerja yang berada di bawah sub kontraktor.

“PT Uno telah diputus kontrak sepihak oleh Pemkot Semarang, saat ini semua pekerja yang berada di bawah sub kontraktor belum dibayar,” kata Adam, 45, salah satu perwakilan sub kontrak, Jumat (12/1).

Dikatakannya, PT Uno tersebut masih memiliki tanggungan belum membayar semua sub kontraktor. “Padahal pekerjaan sub kontraktor ini sudah dikerjakan. Selama mengerjakan kegiatan pengurukan, kami dari awal menggunakan modal sendiri, lebih dari Rp 200 juta. Tapi, hingga saat ini belum dibayar,” katanya.

Perjanjian sesuai SPK, kata dia, setiap satu minggu sekali melakukan tagihan. “Lha maunya bagaimana, sudah bekerja tidak dibayar. Kalau tidak dibayar, materialnya saya keruk lagi juga bisa,” ujarnya jengkel.

Lebih lanjut dikatakannya, alasan PT Uno masih ada urusan dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang. “Entah PT Uno belum dibayar oleh Dinas Perdagangan atau gimana, saya kurang tahu. Padahal kami ini kan membantu menyelesaikan pekerjaan PT Uno. Itupun menggunakan modal kami dulu,” katanya.

Ada beberapa sub kontraktor, Adam sendiri mengerjakan bidang pengurukan. Sub kontraktor lain mengerjakan saluran, pekerjaan fisik finishing dan lain-lain. “Hingga kini belum ada kejelasan pembayaran. Para pekerja terkatung-katung di lokasi. Kami mintanya ya dibayar sesuai pekerjaan,” ujarnya.

Total penyelesaian proyek tersebut, kata dia, belum ada 93 persen. Semua pekerjaan keseluruhan telah dihentikan. “Sementara ini PT Uno memang belum di-blacklist, tetapi sudah diputus kontrak,” imbuhnya.

Pembangunan tempat relokasi tahap II ini menggunakan anggaran APBD Kota Semarang senilai Rp 16,1 miliar. Batas akhir kontrak 21 Desember 2017 seharusnya sudah diselesaikan. Namun kontraktor PT Uno Tanoh Seuramu meminta perpanjangan hingga 27 Desember 2017, tetapi tidak bisa menyelesaiakan pekerjaan hingga 100 persen.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan bahwa pihaknya telah memutus kontrak PT Uno Tanoh Seuramu. “Kami sudah membayarkan sesuai realisasi pekerjaan pembangunan relokasi tahap II ini. Kontraknya kan sampai 27 Desember,” katanya.

Adapun mengenai belum dilakukan pembayaran para pekerja itu merupakan tanggung jawab PT Uno. “Mereka ada masalah internal mereka sendiri, bukan urusan kami. Saat ini kami sedang tahap membuat surat usulan ke Inspektorat, apakah di-blacklist atau tidak. Yang dikategorikan blacklist apabila hasil pekerjaan tidak ada fungsinya. Kalau ini, relokasi sudah bisa difungsikan sebagai tempah penampungan pedagang Yaik Baru,” jelasnya.

Pembangunan yang belum selesai hanya ada tiga los dan pemadatan paving. “Karena masa kontrak sudah selesai, maka harus kami stop. Yang kami bayar, adalah pekerjaan fisik yang telah selesai dikerjakan. Apabila ada pekerja yang belum dibayar, itu tanggungjawab kontraktor. Justru, kami marah besar. Sudah diberi waktu, mereka malah nggak bisa dipercaya,” katanya. (amu/aro)