Kendala Guru dalam Mengikuti Program Keahlian Ganda

213
Oleh: Sri Tri Murtiyati SKom
Oleh: Sri Tri Murtiyati SKom

RADARSEMARANG.COM – IDIOM ganti menteri ganti kurikulum seakan menjadi hal yang biasa saat ini. Imbas pergantian kurikulum akan berdampak bagi guru. Salah satunya adalah terhapusnya mata pelajaran KKPI dan diganti dengan mata pelajaran baru Bimbingan TIK. Pergantian ini tidak berlangsung lama karena bimbingan TIK berganti baju menjadi Simulasi Digital.

Pergantian mata pelajaran ini ternyata berjalan tidak mulus. Banyak dari Bapak dan Ibu Guru yang memutuskan untuk mutasi ke sekolah lain karena jam pelajaran KKPI sudah tidak ada di sekolah. Mereka berpindah dari SMP ke SMK karena mata pelajaran Simulasi Digital hanya ada di jenjang sekolah menengh kejuruan.

Dengan sering berubahnya kurikulum sekarang ini menyebabkan beberapa mapel di SMK banyak yang berkurang bahkan ada mapel yang sudah dihapus, contoh mapel yang sudah dihapus salah satunya adalah mapel KKPI. Padahal KKPI ini sangat penting di SMK tetapi malah dihapus. Dengan dihapusnya KKPI ini kemudian diganti dengan Mapel Bimbingan TIK, hal inipun tidak berlangsung lama kemudian dihapus lagi diganti dengan SIMDIG (Simulasi Digital) yang linier dengan mapel KKPI, padahal mapel ini merupakan mapel produktif multimedia dan masuk dalam kelompok C1.

Hal ini menyebabkan guru yang mengampu mapel yang sudah dihapus merasa waswas dan kemudian pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2016 tentang Penataan Linieritas guru bersertifikat pendidik di situ dijelaskan bahwa mapel KKPI itu linier dengan mapel Simulasi Digital, tetapi hal ini juga membuat bapak ibu guru masih merasa waswas. Kemudian pemerintah mengeluarkan program lagi, yaitu Keahlian Ganda yang mana program ini bertujuan bagi guru yang mapelnya dihapus akan bisa mengajar bidang lain sesuai dengan keahlian ganda yang dipilihnya.

Namun banyak kendala yang dihadapi dalam mengikuti keahlian ganda ini. Salah satunya adalah apabila dalam satu sekolah yang ikut lebih dari 3 guru mapel. Hal ini disebabkan karena mapel tersebut ada yang tereliminasi atau mapelnya pada tahun berikutnya menjadi berkurang jam KBM-nya yang bisa mempengaruhi jumlah jam yang harus dipenuhi bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Karena banyaknya guru yang mendaftar keahlian ganda dalam satu sekolah hal ini dapat mempengaruhi dalam hal pembelajaran.

Peraturan dalam keahlian ganda ini adalah bagi mereka yang mapelnya berkurang dalam jam pembelajarannya dan mapel yang sudah dihapus. Misalnya, mapel KKPI mengambil Keahlian Ganda Multimedia. Dan bagi yang sudah mendaftar bersedia mengikuti ON 1, IN 1 dan ON 2, IN 2. Di mana pada waktu ON 1 pembelajarannya selama tiga bulan pembelajarannya dilakukan di sekolah masing masing mengerjakan tugas tugas secara online, kemudian IN 1 di luar sekolah selama 2 bulan, ON 2 di sekolah tapi bisa di kota sendiri selama 2 bulan dengan magang di sekolah lain, IN 2 selama 36 hari di luar sekolah. Kemudian yang terakhir mengikuti PLPG selama 12 hari. Hal ini menyebabkan Jam KBM terganggu.

Dengan pentingnya ikut program keahlian ganda ini, banyak guru dalam satu sekolah yang mengikuti hingga menyebabkan pembelajaran jadi terganggu. Maka solusi yang tepat adalah dengan menggantikan guru sementara. Agar guru yang mengikuti program kahlian ganda bisa full dan fokus dalam mengikutinya, juga dalam KBM di sekolahnya juga bisa berjalan dengan lancar. Kalau meninggalkan tugas bisa jadi banyak siswa yang kurang memahaminya atau ada yang semau gue karena tidak ada guru yang mengajar. Berbeda dengan kalau ada guru penggantinya lebih terarah. (as/aro)

Guru SMK Negeri 1 Demak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here