Hendi Ancam Pecat Pegawai Tak Produktif

394
SERAHKAN BANTUAN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan 5 unit mobil operasional kepada pimpinan cabang PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN BANTUAN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyerahkan bantuan 5 unit mobil operasional kepada pimpinan cabang PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus menggenjot pelayanan masyarakat kepada jajarannya. Salah satunya di lingkungan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang yang belum lama ini perusahaan daerah tersebut masuk dalam jajaran lima besar aduan masyarakat.  Tak main-main, pria yang akrab disapa Hendi ini siap memecat pegawai yang tidak produktif.

Hendi menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus maksimal dan terus ditingkatkan, salah satunya adalah dari segi sarana dan prasarana. Apalagi peningkatan sarana prasarana ini merupakan kebutuhan fundamental dan mendasar.

“Pelayanan masyarakat harus maksimal, kalau perlu ganti mobil butut agar kinerja lebih baik. Motivasi kinerja pun harus meningkat agar keluhan masyarakat turun,” katanya usai menyerahkan 5 unit mobil operasional PDAM kepada pimpinan cabang PDAM di Kota Semarang, di Lobby Kantor Wali kota, Jumat (12/1) kemarin.

Salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai di PDAM, lanjut dia, bisa mengadopsi adopsi pemberian reward kepada pegawai PDAM.

Ia menerangkan, jika di lingkungan PNS ada tunjungan penghasilan pegawai. Pemberian reward dapat diberikan berdasarkan kinerja agar dapat membangkitkan motivasi kerja. “Kita tidak mungkin nuntut para pegawai supaya memberikan pelayanan terbaik tetapi kita sendiri tidak memperhatikan mereka,” tandasnya.

Menurut Hendi, penerapan reward atau tambahan penghasilan di tingkat perusda bisa dibuat sederhana jika dibandingkan dengan PNS. Misalnya, pegawai yang bekerja baik kasih tambahan bonus, namun jika kinerjanya buruk  bisa diberikan sanksi atau dipecat.

“Kalau PNS kan tidak bisa diberhentikan, kecuali dia membuat kesalahan-kesalahan yang sudah diatur di perundang-undangan. Sehingga kalau ada pegawai yang kinerjanya tidak mendukung PDAM, keluarkan saja,” tegasnya.

Sementara itu, selama 2 tahun ini PDAM mengalami perubahan yang semakin baik, yakni menyetorkan keuntungan sebanyak Rp 9,5 miliar ke kas daerah. Hendi juga berpesan kepada Plt Direktur PDAM Tirta Moedal, M Farhan, untuk mengelola organisasi secara profesional.

“Jika kita bekerja secara efisien tentu akan mendapatkan keuntungan yang besar. Dengan begitu, nantinya akan ada hasil yang bisa dibagi untuk pegawai. Jangan dibuat anggarannya besar tetapi keuntungan kecil, sehingga membuat pola kerja pegawai tidak maksimal,” katanya.

Kepala Cabang PDAM Semarang Barat, Yulianto Prabowo, mengatakan, mobil operasional tersebut akan digunakan untuk menggantikan mobil operasional lama yang telah berusia lanjut. “Mobil operasional yang lama keluaran 2005. Artinya, telah digunakan selama 12 tahun pemakaian, kondisinya tidak bisa mendukung kinerja,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pengembangan PDAM disesuaikan dengan tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Targetnya jangkauan PDAM semakin luas dan diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. “Sehingga masyarakat bisa menikmati air bersih dari PDAM secara merata,” katanya. (den/amu/aro)