Dishub Pertegas Pengelolaan Parkir Pasar

1967
UNDIAN : Salah satu pengelola parkir di Pasar Baru Batang saat mengambil nomor undian lokasi parkir. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNDIAN : Salah satu pengelola parkir di Pasar Baru Batang saat mengambil nomor undian lokasi parkir. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pengelolaan parkir di Pasar Baru Kabupaten Batang yang kacau sejak awal, mencoba diperbaiki oleh Dinas Perhubungan setempat. Dengan mengatur secara tegas petugas parkir yang sejak awal dibuka sudah tidak teratur.

“Kami tidak bisa mengakomodasi semua permintaan masyarakat. Meski begitu, tetap harus ada aturan yang harus ditaati,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso, Jumat (12/1) kemarin.

Menurut Wahyu, dalam pengaturannya memang sangat sulit. Apalagi lokasi yang ditentukan untuk parkir sangat terbatas, hanya direkomendasikan 10 titik parkir di luar. Dibanding permintaan lokasi parkir yang mencapai 30 titik, sehingga untuk mendapat titik temu butuh proses yang lama.

“Tapi kemarin sudah ada kesepakatan pengelolaan lokasi parkir. Yang mana, sudah diundi 8 titik parkir. Karena yang dua titik, sudah ada pengelolanya sejak lama,” imbuhnya.

Khusus untuk parkir di area dalam, imbuhnya, akan diberikan pengelolaan khusus untuk warga setempat yang sejak awal sudah mendapatkan persetujuan Pemkab Batang.

Untuk penataan parkir, Dishub juga meminta pengelola sekarang untuk menaati peraturan yang sudah ditetapkan. Seperti harga dan aturan yang harus dilakukan para pengelola, termasuk petugas parkir harus beridentitas resmi.

“Nanti petugas parkir harus jelas dan harus pakai ID card. Serta mengenakan seragam. Hal tersebut berlaku juga bagi semua petugas parkir di Batang nanti,” jelasnya.

Hal ini mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2017 tentang Perubahan Tarif Parkir. Yang mana saat ini, tarif parkir berdasar Perbup 63 tahun 2017 telah ditetapkan kendaraan roda dua sebesar Rp 1.000, roda 4 Rp 2.000, roda 3 Rp 2.000 dan kendaraan roda 6 atau lebih Rp 4.000.

Selain itu, ada tim terpadu pengelolaan parkir yang dikepalai oleh Dishub sendiri yang beranggotakan Satpol PP, Disperindagkop, Inspektorat, BPKPAD, Bagian Hukum dan Camat se Kabupaten Batang dengan disahkan oleh SK Bupati. “Tim ini bertugas memonitor, mengevaluasi, dan melakukan penindakan terhadap para pelanggar perpakiran. Kemudian, tim terpadu ini akan melakukan evaluasi setiap satu bulan sekali,” katanya. (han/ida)