Dewan Minta Pemkab Evaluasi Pengelolaan Pasar

333

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemkab Semarang mengevaluasi pengelolaan pasar. Pasalnya, pada 2017 PAD dari sektor pasar tidak mencapai target.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, M Basari mengungkapkan bahwa tidak terpenuhinya target sektor pasar dikarenakan beberapa persoalan. “Mulai retribusi pasar hingga pendapatan soal parkir di lingkungan pasar, semua bermasalah,” kata Basari, Jumat (12/1) kemarin.

Hal tersebut, lanjutnya, sudah dibahas di tingkat komisi. Dikatakan Basari, dalam hal ini Pemkab Semarang juga harus mengevaluasi kinerja kepala pasar. Bahkan jika memang bermasalah, Pemkab Semarang harus mengganti semua kepala pasar. “Mereka juga pejabat lama,” ujarnya.

Perlu penyegaran di lingkungan Pemkab Semarang. Ia mencontohkan persoalan lain yaitu masih ada beberapa kepala pasar yang sudah jarang ngantor. “Selain itu, telah terjadi dugaan penjualan lapak maupun kios kepada pedagang baru yang itu jelas melanggar ketentuan,” katanya.

Selain itu, ada pula kepala pasar yang membangun pasar tanpa koordinasi dengan dinas terkait. Namun dalam hal ini, Basari enggan menyebutkan siapa kepala pasar yang dimaksud. Permasalahan-permasalahan tersebut yang membuat kondisi pasar menjadi semrawut. Sehingga tidak pernah menutup target pendapatan. Pilihan mengganti semua kepala pasar mendesak dilakukan Pemkab Semarang. “Artinya, bukan sekadar merotasi jabatan tersebut, tapi dengan kepala pasar yang baru,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono memaparkan bahwa target pendapatan di sektor pasar 2017 memang hanya tercapai sekitar 93 persen dari total target lebih kurang Rp 9,3 miliar.

Ia sebagai pejabat baru di Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdagangan sebenarnya ingin melakukan evaluasi kinerja seluruh staf termasuk kepala pasar. “Sisi objektivitas harus dikedepankan, tidak bisa serta merta mengganti jabatan itu,” katanya.

Proses tadi diawali dengan digelarnya lomba bersih-bersih pasar selama periode Januari hingga Maret 2018. Melalui program itu, dirinya yakin kinerja staf maupun kepala pasar bisa terdeteksi. “Pasar tradisional tidak hanya bersih, tertib, aman, indah, dan nyaman saja. Melainkan target pendapatan harus terpenuhi,” katanya.

Terkait dengan ketertiban pasar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Sat Lantas Polres Semarang, Satpol PP, serta Dishub untuk menggelar penertiban di Pasar Projo Ambarawa. Pasar Projo Ambarawa menjadi sasaran utama penertiban menyusul kondisinya butuh perhatian khusus dan banyak menuai keluhan dari masyarakat.

“Trantib pasar kami ambilkan bantuan dari Pasar Bandarjo, Pasar Babadan, dan Pasar Karangjati. Kami tidak bisa bergerak sendiri, butuh dukungan dari instansi lain. Dua hari ini dan seterusnya, penertiban Pasar Projo akan kami kerjakan,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here