Bawa Pendidikan yang Baik untuk Peradaban yang Lebih Baik

371
APRESIASI : GM Jawa Pos Radar Kedu Iskandar menyerahkan Leadership Award kepada Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang, Mustaqim, S.PdI., M.Pd. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
APRESIASI : GM Jawa Pos Radar Kedu Iskandar menyerahkan Leadership Award kepada Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang, Mustaqim, S.PdI., M.Pd. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM – Guru merupakan penentu dari berhasil tidaknya sebuah pendidikan. Oleh karena itu, guru dituntut mampu tampil secara sempurna dalam memberikan pendidikan yang terbaik untuk siswanya.

GURU yang baik diharuskan mampu mengembangkan serta meningkatkan ilmu yang diperolehnya lantas menularkan dalam pola pendidikan yang terencana. Hal itulah yang mendasari Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang Mustaqim S.PdI., M.Pd yang tanpa lelah mendorong para guru agar mau kreatif dalam memberikan pendidikan yang baik.

“Dengan pendidikan yang baik akan menciptakan peradaban yang baik. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang melayani semua. Namun demikian, kita harus memaksimalkan fitrah, potensi, bakatnya yang semua itu merupakan anugrah dari Allah SWT,” kata Mustaqim.

Pria kelahiran 28 Juli 1979 ini memaparkan, profesi guru adalah panggilan hati yang memiliki makna bahwa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. “Guru adalah profesi yang mulia karena dalam kehidupannya memberi manfaat kepada orang lain. Untuk itulah, tugas guru sangat mulia karena salah satu unsur penting dalam membawa pendidikan sebagai pencipta peradaban yang lebih baik,” kata suami dari Chusnani Mumtahin ini.

Alumni Magister Pendidikan UNY tersebut pun mengaku, selama menjabat sebagai Kepala SD Mutual, ia tak segan memberi ruang untuk para guru bertindak kreatif. Tak jarang ia sering meminta masukan kepada semua pihak, baik guru, komite, wali murid, pengurus daerah Muhammadiyah maupun masyarakat untuk kemajuan pendidikan sekolah tempatnya mengabdi.

“Karena SD Mutual adalah sekolah unggulan di mana ditanamkan nilai-nilai wawasan keislamian yang modern. Berbagai prestasi telah diraih oleh SD Mutual sehingga tugas menjaga prestasi di sini cukup berat. Untuk itulah kami gandeng berbagai pihak untuk sama-sama menjaga prestasi tersebut,” imbuh ayah dari Tafakkarina Muna Zahiya, Zuyyina Muna Khadija, dan Ibrahim Muna Ahmad.

Meski telah menjabat sebagai kepala SD Mutual, Mustaqim mengaku tetap terus belajar dan meningkatkan kualitas wawasan keilmuannya. Menurutnya, tidak ada kata terlambat dalam usaha apapun asal selalu diridhoi oleh Allah.

Ia juga telah menerbitkan buku berjudul Understanding China yang merupakan hasil dalam mengikuti program International Education Recharging beberapa waktu lalu. Saat di Tiongkok, ia memahami banyak hal tentang negeri Tiongkok yang hingga saat ini terasa sekali kekuatan hegemoninya di berbagai bidang, termasuk pendidikan.

“Buku ini berisi inspirasi bagaimana membangun sekolah yang baik, mengelola sekolah yang kecil hingga sekolah besar dengan sumberdaya yang ada. Buku ini dikemas dengan apik, bahasa yang mudah dipahami semua kalangan. Cocok bagi para guru, praktisi pendidikan hingga para orang tua pun sangat pas dengan panduan buku ini,” jelas Mustaqim. (cr3/ton)