Sudirman Beri Wejangan untuk Relawan

396
WEJANGAN: Sudirman Said menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh relawan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WEJANGAN: Sudirman Said menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh relawan. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sudirman Said yang diusung Partai Gerindra, PAN, dan PKS mulai mengerahkan relawan yang tersebar di seluruh penjuru Jateng. Mantan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) ini berpesa agar para relawan berjuang demi menghadirkan perubahan kepemimpinan, demi membentuk pemerintahan Jateng yang bersih, melayani dan amanah.

“Pak Dirman menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh relawan, yang pertama perjuangan dalam Pilkada adalah perjuangan perubahan kepemimpinan ini demi membentuk pemerintahan yang bersih, melayani dan amanah di Jateng,” jelas Ketua Tim Perjuangan Merah Putih, Ali Khamdi di Markas Perjuangan Jalan Pamularsih Semarang, Kamis (11/1).

Sudirman juga berpesan agar gelaran Pilgub bisa dimanfaatkan sebagai arena perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial di Jateng. “Pilkada merupakan salah satu upaya untuk menghapus kemiskinan dan mengurangi kesenjangan,” imbuhnya.

Pesan ketiga, lanjutnya, para relawan diminta untuk berjuang memajukan Jateng bersama-sama. “Oleh karena itu Pak Dirman meminta seluruh relawan untuk memantapkan niat perjuangan,” tuturnya.

Jika seluruh potensi Jateng dapat dikerahkan secara optimal, sambung Ali, niscaya kesejahteraan masyarakat dapat dicapai. “Seperti yang selalu disampaikan Pak Dirman, Jawa Tengah memiliki kesempatan besar untuk melompat lebih jauh dalam mencapai keadilan, kemajuan dan kesejahteraan warga,” bebernya.

Dalam perjuangan, Sudirman juga meminta agar seluruh relawan menjaga sikap perjuangan, tetap santun, terus merajut keberagaman untuk menjaga persatuan dan menghindari cara-cara yang tidak dibenarkan oleh hukum dan agama.

Dijelaskan, strategi tim Perjuangan Merah Putih ini akan menerapkan konsep gerilya, layaknya strategi perang milik Jendral Soedirman. Pengadopsian strategi gerilya ini juga untuk melakukan perlawanan pada kekuatan besar. “Dalam teori gerilya, dikatakan bahwa tidak mungkin suatu perjuangan gerilya dapat bertahan dan mencapai kemenangan jika tidak bersatu dengan warga,” jelasnya.

Strategi utama, kata dia, adalah penerapan strategi supit urang. Penggunaan itu tidak lain untuk memompa semangat masyarakat untuk meraih perubahan. “Strategi supit urang atau udang merupakan strategi perang yang digunakan oleh Kolonel Soedirman untuk mengusir Sekutu dari Ambarawa,” imbuhnya. (amh/bas)