Mengagas Gawai sebagai Teman Belajar

168
Oleh: Umi Halimah Saadah MSi
Oleh: Umi Halimah Saadah MSi

RADARSEMARANG.COM – GAWAI atau dalam bahasa lainnya disebut gadget, sudah menjadi barang yang lumrah dimiliki, tak terkecuali anak-anak. Kecanggihan gawai membuat hidup manusia menjadi semakin mudah. Akan tetapi gawai juga memiliki begitu banyak dampak negatif, terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, perlu dicari langkah-langkah bijaksana agar gawai dapat dimanfaatkan siswa secara maksimal dengan efek negatif seminimal mungkin.

Untuk menjadikan gawai sebagai sahabat belajar siswa, hal yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut: Pertama, memilih mesin telusur ramah anak. Ketika siswa mencari artikel di internet mereka tak lepas dari mesin telusur. Yang meresahkan adalah, ketika mencari tulisan terkait materi pelajaran namun yang muncul malah hal-hal yang tidak layak untuk siswa. Di sinilah peran orang tua dan guru diperlukan untuk memberi pengertian dan memilihkan mesin telusur yang ramah anak seperti Kiddle.

Dengan mesin telusur ini siswa tidak dapat searching hal-hal yang tidak sesuai dengan usia mereka, seperti video berbau pornografi, berita tentang kekerasan, dan sebagainya. Dengan demikian, ketika siswa mencari kebutuhan belajar mereka di internet tidak dikhawatirkan menemukan konten yang terlarang bagi mereka.

Kedua, mengganti aplikasi game yang tidak bermanfaat dengan aplikasi mobile edukasi. Salah satu bentuk penggunaan gawai oleh siswa yang cukup meresahkan orang tua saat ini adalah aplikasi game. Aneka produk game dapat di download dengar gratis di google play, baik berupa mobile edukasi maupun game-game tidak bermanfaat yang hanya membuat siswa lupa waktu belajar dan beribadah. Sebagai orang tua kita harus mengarahkan siswa agar gawainya hanya diisi dengan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran mereka, yaitu mobile edukasi, agar siswa bisa belajar sambil bermain.

Ketiga, menumbuhkan semangat nasionalisme dengan mendownload dan mendengarkan lagu-lagu Nasional dari gawai. Keberadaan gawai saat ini telah mengurangi peran tape recorder, radio, maupun televisi sebagai alat hiburan. Kita bisa memutar lagu-lagu maupun video pada gawai yang bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah. Hal ini bisa kita manfaatkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa melalui lagu-lagu nasional.

Keempat, men-download dan mempelajari materi pembelajaran melalui video dan film animasi dari gawai. Dalam mempelajari materi pelajaran tertentu dibutuhkan sebuah alat bantu agar siswa dapat betul-betul memahami materi. Materi tentang gejala alam misalnya, supaya siswa lebih paham dan materinya membekas di hati mereka maka dibutuhkan sebuah video seperti gelombang tsunami, angin puting beliung, gunung meletus, gempa bumi dan sebagainya.

Selain itu. untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa kita bisa juga memanfaatkan film-film animasi yang sarat dengan nilai karakter. Dalam hal ini gawai dapat dimanfaatkan untuk men-download maupun memutar video pembelajaran dan film animasi tersebut.

 Kelima, diskusi pembelajaran dengan memanfaatkan grup media sosial. Dengan munculnya berbagai aplikasi media sosial dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran siswa. Mereka dapat membuat sebuah grup sebagai ajang diskusi membahas tentang kesulitan belajar yang mereka hadapi. Grup juga dapat menyertakan guru sebagai anggota, sehingga ketika permasalahan tidak terpecahkan maka guru dapat memberikan jawaban. Dengan demikian, diskusi kelompok tidak hanya terbatas di ruang kelas saja, namun di rumah pun mereka tetap dapat berdiskusi.

Keenam, mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui blogging. Dewasa ini menulis di blog telah menjadi tren. Kalau dulu untuk menulis kejadian-kejadian yang dialami membutuhkan sebuah buku diary, kini kita bisa menuangkan apa yang kita rasakan dengan menuliskannya di blog. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk melatih siswa agar berani mengungkapkan apa yang mereka rasakan serta menuliskan ide-ide cemerlang mereka. Siswa dapat melakukan kegiatan ini di mana saja dan kapan saja ketika dalam gawai mereka telah terinstal aplikasi untuk blogging seperti blogger, wordpress dan sebagainya. Dengan melatih mengungkapkan pemikiran di blog diharapkan siswa akan berkembang menjadi pemikir yang handal.

 Ketujuh, belajar di mana saja dan kapan saja dengan membaca buku digital yang tersimpan dalam gawai. Salah satu perubahan yang ada dengan munculnya gatget adalah semakin berkurangnya penggunaan kertas untuk menulis. Demikian juga dengan buku, kini sudah banyak tersedia buku digital yang dapat disimpan dalam gawai. Benda berukuran kira-kira 5 inchi itu dapat menyimpan puluhan bahkan ratusan buku digital yang dapat dibaca di mana saja tanpa harus membawa buku tebal ke mana-mana. Dengan tersedianya buku digital ini membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan murah. (ur/aro)

Guru MI Al Mustajab Pringapus Kabupaten Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here