Manfaatkan Sektor Pariwisata

219
SILATURAHMI: Marketing Communication Manager Grand Aston Jogjakarta, Sankar Aditya Cahyo berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto dan Manager HRD Jawa Pos Radar Semarang, Yuni Ekowati. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: Marketing Communication Manager Grand Aston Jogjakarta, Sankar Aditya Cahyo berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto dan Manager HRD Jawa Pos Radar Semarang, Yuni Ekowati. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kawasan Jogyakarta dikenal memiliki berbagai tempat wisata yang asyik dan menarik, kelebihan itu pula yang membuat Jogjakarta memiliki banyak hotel yang siap mengakomodir wisatawan yang datang, salah satunya adalah Grand Aston Jogjakarta.

“Mayoritas pengunjung yang datang memang untuk berwisata, mulai dari wisawatan domestik sampai mancanegara,” kata Marketing Communication Manager Grand Aston Jogjakarta, Sankar Aditya Cahyo saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menerangkan, untuk grade hotel bintang lima seperti Grand Aston, didominasi wistawan mancanegara mulai dari Singapura, Jepang, Belanda, Australia sebenyak 40 persen. Khusus untuk wisatawan domestik, didominasi wiasatawan asal Jakarta yang mencapai 40 persen. “Bukan hanya weekend, weekdays pun okupansi cukup tinggi,” jelasnya.

Untuk mendongkrak okupansi tetap tinggi, pihak Grand Aston Jogjakarta sendiri meluncurkan promo kamar yakni Early Bird & Business Transit, yakni yang mengakomodir pelancong. Paket tersebutb menjual kamar seharga Rp 710 ribu per malam dengan syarat dipesan dua minggu sebelum tanggal menginap. “Kami juga punya paket transit sekana 5 jam dengan harga Rp 500 ribu, paket ini untuk mangakomodir pengunjung yang menunggu pesawat atau kegiatan bisnis. Termasuk paket Sunday-Monday dengan cara memesan online di website hotel dan via telepon dengan harga Rp 660 ribu termasuk breakfast,” paparnya.

Terkait menjamurnya hotel dan adanya perang harga antar hotel, lanjut dia, pihaknya tidak khawatir lantaran persatuan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Jogjakarta mewajibkan setiap hotel yang menjadi anggota, wajib menjual kamar sesuai dengan fasilitas dan grade bintang yang dimiliki masing-masing hotel. “Persaingan masih cukup sehat, selain itu sudah ada pangsa pasar masing-masing,” pungkasnya. (den/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here