Malam Pentas Wayang, Pagi Tetap Berdinas

Bripka Dasuki, Anggota Polri sekaligus Dalang Wayang Kulit

549

Ia mengaku sering menawarkan kepada penanggap permintaannya seperti apa? Misalnya perlu dipadukan dengan musik campursari, dangdut, atau musik modern. Termasuk bintang tamu pelawak.

“Kadang ada masyarakat yang tidak suka adegan limbukan, mintanya full wayang ya kami turuti. Belum lama ini pentas di Kelurahan Jatibarang dan Sendangguwo,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, aktivitas mendalang yang ia tekuni didukung oleh instansi Polri. Hal terpenting adalah jangan sampai membolos tugas dinas karena kegiatan lain. “Bahkan meskipun mendalang semalam suntuk, pagi harinya saya tetap berangkat tugas,” ujar alumni Fakultas Hukum Untag Semarang ini.

Apa yang dilakukan ini, pertama ia ingin wayang kulit tidak hilang tergerus zaman. “Kedua, saya ingin membawa nama Polri ke dalam budaya itu. Bahwa Polri bisa hadir di mana saja. Sosialisasi melalui budaya dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Saat pentas di Sendangguwo kemarin, masyarakat sedang tasyakuran karena baru saja menerima sertifikat tanah gratis dari pemerintah,” katanya.

Saat pentas wayang kulit, ia melibatkan puluhan orang, mulai dari pemain gamelan, sinden, pemusik alat modern dan lain-lain. “Kami memiliki banyak teman seniman, apabila kami kekurangan pemain tinggal menghubungi untuk melengkapi,” ujarnya. (*/aro)