Main Petak Umpet, Jatuh dari Lantai 5 Rusunawa

491
TEMPAT KEJADIAN: Rusunawa Kebondalem tempat korban Wahyu Firmansyah terjatuh dari lantai lima.(inzet) Korban Wahyu Firmansyah yang dirawat di RSUP dr Kariadi. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMPAT KEJADIAN: Rusunawa Kebondalem tempat korban Wahyu Firmansyah terjatuh dari lantai lima.(inzet) Korban Wahyu Firmansyah yang dirawat di RSUP dr Kariadi. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Diduga saking asyiknya bermain petak umpet, seorang anak terjatuh dari lantai lima rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal. Korban diketahui bernama Wahyu Firmansyah, 13, saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di RSUP dr Kariadi, Semarang. Wahyu merupakan penghuni Rusunawa Blok B lantai dua. Ia diketahui jatuh saat asyik bermain petak umpet bersama tiga kawannya.

Kejadian bermula saat korban usai sekolah diajak bermain oleh tiga temannya di kompleks rusunawa tersebut. Yakni, Daus, Sinta dan Gendhis. Keempatnya bermain petak umpet di lantai lima yang kebetulan suasananya tidak terlalu ramai.

Saat itu, Wahyu memiliki kesempatan untuk bersembunyi. Agar tidak diketahui temannya, Wahyu bersembunyi di balik pagar besi pengaman lantai dengan cara melompat. Ia kemudian bersembunyi di antara pagar dan dinding pembatas. Diduga korban mundur agar tidak diketahui tempat persembunyiannya oleh temannya.

“Korban mundur-mundur, tidak terasa ternyata dinding panjatan pembatas pagar habis. Praktis korban jatuh dari lantai lima itu langsung terjun ke bawah,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rusunawa Kebondalem, Ria Listianasari, kemarin (11/1).

Beruntung saat korban jatuh masih sempat berpegangan pipa saluran air dan merosot ke bawah. Namun mungkin lantaran tidak kuat tangannya untuk berpegangan pipa, begitu sampai lantai tiga ia menjatuhkan diri. “Jatuh dengan posisi kepala dan punggung terlebih dahulu,” tandasnya.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah terjatuh dan merintih kesakitan. Ia merasakan seluruh badannya sakit dan tidak bisa digerakkan. “Korban masih sadar, tapi tidak bisa teriak ataupun bergerak,“ jelasnya.

Dia mengatakan, saat diperiksa pengelola, korban dalam keadaan sadar dan merasakan sakit pada bagian leher dan kepala. Wahyu yang tinggal bersama ibunya di lantai dua, langsung dibawa ke rumah sakit. “Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal,” katanya.

Ia mengaku, sebagai pihak pengelola rusunawa sebenarnya sudah mengingatkan anak-anak agar berhati-hati ataupun melompati pagar pembatas. Bahkan disarankan agar bermain di lantai dasar luar rusunawa. “Tapi namanya anak-anak kalau tidak ada petugas pengawas mereka tetap bermain di area rusunawa,” paparnya.

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, M Wibowo, mengatakan dari hasil pemeriksaan tim medis, disebutkan jika kondisi Wahyu mengalami patah dan pergeseran tulang  di dua tempat. Yakni tulang leher dan tulang punggung. “Pasien atas nama Wahyu selanjutnya kami rujuk ke RSUP dr Kariadi untuk dapat dilakukan operasi oleh dokter spesialis ortopedi,” katanya. (bud/aro