Mahasiswa Disiapkan Hadapi Era Milenial

1475
MILENIAL : Kuliah umum diselenggarakan UM Magelang bekerjasama dengan Akademi Militer untuk menyiapkan generasi milenial di kampus I Magelang. (HUMAS UM Magelang)
MILENIAL : Kuliah umum diselenggarakan UM Magelang bekerjasama dengan Akademi Militer untuk menyiapkan generasi milenial di kampus I Magelang. (HUMAS UM Magelang)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Era milenial berkembang dengan sangat cepat. Jika tidak bisa beradaptasi maka dikhawatirkan bakal tergilas oleh zaman.

“Generasi milenial memiliki ciri khas sangat mahir dalam teknologi informasi. Generasi ini lebih sering menggantungkan hidupnya pada internet dan penggunaan smartphone. Hal ini tentu memiliki dampak negatif, seperti malas beraktivitas. Untuk itu perlu sebuah penanganan yang pasti untuk menghadapi melonjaknya generasi milenial ini,” kata Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT saat menyampaikan sambutan dalam Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan yang diadakan di Auditorium kampus 1 UM Magelang, Kamis, (11/1). Kuliah umum mengusung tema “Tantangan Pemuda Indonesia di Era Milenial”. Acara diadakan oleh UM Magelang dan bekerjasama dengan Akademi Militer (Akmil).

Di hadapan 750 peserta yang mengikuti kuliah umum, Eko berharap, para mahasiswa bisa lebih bijak dalam memanfaatkan perkembangan informasi yang ada. Sehingga mereka menjadi generasi milenial yang positif.

Ketua Panitia Dr Dyah Adrianti nengatakan, kuliah umum diadakan untuk membangun rasa nasionalisme mahasiswa UM Magelang yang berkaitan dengan penggunaan informasi di era milenial. Kegiatan wawasan kebangsaan tersebut menghadirkan Wakil Gubernur Akmil, Brigjen TNI Wirana Setyabudi SE sebagai pemateri.

Wirana menyampaikan mengenai perang informasi yang beredar dalam dunia maya. “Ada lima perang informasi yang dapat merusak penggunanya. Pertama, perang informasi dengan menghancurkan alat komunikasi. Kedua perang informasi dengan penyadapan informasi secara ilegal. Ketiga dengan perusakan media informasinya. Keempat perang psikologi dengan informasi yang tidak benar dalam smartphone, dan yang kelima perang informasi dalam bentuk haters, dan virus,” jelas Wirana.

Ia juga menambahkan, perang informasi yang harus diwaspadai generasi milenial ini yaitu perang psikologi dengan informasi yang tidak benar. “Dewasa ini, informasi di media sosial dapat menjadi alat pemecah belah Pancasila. Kadang beredar informasi yang bersifat provokator, dan langsung saja dipercayai oleh para pembacanya. Bahkan sekarang ini, banyak sekali media informasi yang dimanfaatkan oleh teroris, para pemberontak untuk mencuci pikiran masyarakat,” tandasnya.

Wirana juga memberikan solusinya untuk menghadapi perkembangan informasi di era milenial. Di antaranya yaitu menjadi pengguna informasi yang pintar dalam memilah informasi. “Harus rajin membaca buku, media yang terpercaya, sehingga memiliki wawasan yang cukup untuk menganalisis informasi dengan baik. Selain itu pendalaman iman menjadi salah satu hal yang harus ditekankan dalam pendidikan untuk menghadapi tantangan generasi milenial,” jelas Wirana. (vie/sct/ton)