Longsor Ambrolkan Dinding Rumah

350
KERJA BAKTI : Warga bersama anggota TNi dan Polri membersihkan material longsoran di rumah Sutarno. (IST)
KERJA BAKTI : Warga bersama anggota TNi dan Polri membersihkan material longsoran di rumah Sutarno. (IST)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Hujan deras terus memicu longsor. Di Dusun Candi, Desa Sawangan, Leksono, Wonosobo, tebing setinggi 7 meter lonsor dan menimpa pagar rumah Sutarno, Rabu (10/1) malam. Akibatnya dinding rumah ambruk. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sutarno mengatakan, sejak siang, desanya diguyur hujan deras. Dan saat malam tiba, tiba-tiba tebing di sebelah rumahnya longsor. “Dinding rumah saya ambrol karena longsor tanah dan batu,” katanya.

Kamis (11/1), warga dibantu personel Koramil 13/Leksono dan Polsek Leksono menggelar kerja bakti membersihkan material longsoran. Dalam waktu kurang dari 2 jam, gundukan tanah, sisa senderan dan sampah sudah dibersihkan dari rumah Sutarno. “Memang dari longsor tersebut tidak memakan korban, namun Sutarno merugi secara materiil berkisar Rp.12 juta,” kata Danramil 13/Leksono Kapten Inf Samsuri Sahroni. Kapolsek Leksono AKP Wahyudi juga turut dalam kerja bakti.

Terpisah, sejumlah instansi menggelar Apel Kesiapsiagaan Banjir, Longsor dan Angin Puting Beliung di halaman Kantor Camat Kalibawang, Kamis (11/1). Apel siaga ini juga menjadi respon dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari hingga Februari mendatang. Curah hujan berkisar 400-500 mm/detik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo Prayit mengatakan, ada 4 wilayah yang paling rawan. Yaitu Kecamatan Wadaslintang, Kaliwiro, Kalibawang dan Kertek.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Wonosobo merupakan sebuah kawasan pegunungan muda dengan lembah yang curam. Dengan tingginya curah hujan yang berkisar antara 1.713 sampai dengan 4.255 milimeter per tahun, mengakibatkan seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Wonosobo rawan bencana banjir, longsor dan tanah ambles. Ia mengimbau kepada seluruh warga Wonosobo untuk terus dan tetap siap siaga serta selalu waspada apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Dan perlu diketahui dan diingat bahwa penanggulangan bencana alam bukan hanya tugas Pemerintah Daerah, TNI, Polri, SAR maupun instansi terkait semata, namun kita semua harus menyadari bahwa penanggulangan bencana merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama, seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo,” ujarnya. (ali)

Silakan beri komentar.