KONI Fokus Perbaiki Prestasi

176
RESMI: Ketua KONI Jateng, Subroto bersama kepengurusannya ketika dilantik oleh Ketua KONI Pusat, Tono Suratman. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMI: Ketua KONI Jateng, Subroto bersama kepengurusannya ketika dilantik oleh Ketua KONI Pusat, Tono Suratman. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Umum KONI Jateng Brigjen TNI (Purn) Subroto, akan memberikan warning pada atlet yang tak kunjung memberikan prestasi. Para atlet itu akan dicoret  dari daftar binaan KONI Jateng jika daya saingnya tak kunjung menunjukkan grafik yang meningkat.

Subroto mengungkapkan hal tersebut usai dikukuhkan dan dilantik sebagai Ketua Umum KONI Jateng periode 2017-2021 bersama pengurus lain di Wisma Perdamaian, Semarang, Kamis (11/1/) kemarin.

Subroto menilai, saat ini banyak atlet Jateng yang kondisi fisiknya buruk karena malas berlatih, sehingga prestasinya jeblok. Karena itu, pihaknya pun akan melakukan tes fisik kepada para atlet tersebut dalam waktu dekat ini.

“Kami melihat data fisik atlet pada 2016 lalu sangat buruk. Kalau seperti itu terus bagaimana bisa berprestasi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini kami akan mendata para atlet dan juga memberikan tes fisik maupun VO2Max untuk mengetahui kemampuan mereka,” ujar Subroto.

Subroto menambahkan saat ini fokus KONI Jateng memang memperbaiki prestasi para atlet. Hal itu menyusul buruknya prestasi Jateng saat Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat (Jabar). Pada PON Jabar itu, para atlet Jateng hanya mampu menempati urutan keempat.

Selain itu, raihan medali para atlet Jateng jauh dari ekspektasi, yakni hanya meraih 32 emas. “Tahun ini, kami akan menggelar Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) di Solo. Event itu akan kami gunakan sebagai bahan evaluasi dan persiapan menghadapi PON 2020 di Papua,” tutur Subroto.

Sementara itu, Ketua KONI Pusat, Tono Suratman yang resmi melantik kepengurusan KONI Jateng kemarin mengatakan, Jateng butuh penguatan anggaran pembinaan olahraga, infrastruktur yang memadai serta kualitas SDM jika ingin menaikkan prestasi di arena PON. Selama ada dana, program pembinaan yang telah disusun bisa berjalan.

”Hampir semua referensi yang saya baca, anggaran memegang peran sentral untuk kegiatan olahraga. Saya percaya Pak Broto memiliki konsep pembinaan dan mampu membawa KONI Jateng ke arah yang lebih baik. Tinggal  bagaimana pemerintah provinsi ikut mendukung mengembangkan olahraga dengan anggaran yang disesuaikan PAD,” kata Tono.

Tono menyebut, saat ini pihaknya terus mendorong kepada Pemerintah Pusat agar ikut memperhatikan pembinaan olahraga di Tanah Air dengan mengalokasi anggaran yang cukup. ”Jika ada Dana Desa sebesar Rp 120 triliun per tahun, paling tidak kita usulkan Rp 4 triliun untuk olahraga,” katanya.

Di bagian lain, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengakui bahwa Jateng juga berkeinginan meningkat prestasi olahraganya. Terkait dengan anggaran untuk menopangnya, dia menyebut dengan istilah gotong royong.”Kepada pengurus KONI yang baru, selamat bertugas. Jaga sinergitas dengan semua pihak. Untuk anggaran, saya kira butuh proses. Kita mengggunakan gotong royong saja. Ada dana pemerintah dan mengetuk hati pengusaha dengan program CSR-nya,” kata Heru.

Dalam pelantikan pengurus KONI Jateng, kemarin, hadir diantaranya Kadisporapar Jateng Urip Sihabudin, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman dan Rektor Unnes Fathur Rokhman. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here