Kecelakaan Akibat Tronton Over Tonase

Tabrakan Karambol Tewaskan 2 Orang

361
AKBP Yuswanto Ardi (DOKUMENTASI)
AKBP Yuswanto Ardi (DOKUMENTASI)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Kecelakaan karambol yang melibatkan truk tronton bermuatan 22 ton gulungan plastik MMT dengan empat kendaraan diduga akibat over tonase atau kelebihan muatan. Peristiwa yang menimbulkan dua korban jiwa dan tiga korban luka ini, harus diusut tuntas. Pemilik truk tronton dan pemilik muatannya harus diperiksa, dan diminta untuk bertanggungjawab.

Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menjelaskan, kecelakaan tersebut bukan disebabkan rem tidak berfungsi. Pihaknya menduga, kecelakaan akibat truk kelebihan muatan.

“Itu jangan sampai sopir yang kena. Itu pemilik barang dan pemilik truk atau pegawainya yang harus bertanggungjawab. Harus diberikan sanksi. Undang-undang atau perdanya harus direvisi. Jangan sampai kalau terjadi apa-apa, sopir yang bertanggungjawab. Karena di Indonesia kelebihan muatan itu biasanya dari pemilik barang yang serakah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (11/1).

Dikatakan, jalur yang dilewati truk tersebut merupakan jalan larangan untuk kendaraan berat atau angkutan barang. Sehingga pihaknya mendorong kepolisian untuk mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.

“Itu bukan jalur barang. Seperti Silayur kan gak boleh, baru di atas pukul 22.00 sampai 06.00. Sehingga mereka itu mencari jalan lain. Polisi kalau ketemu seperti itu ditilang saja. Polisi harus tegas,” katanya.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan, kecelakaan tersebut diduga over tonase. Pihaknya sudah memerintahkan setiap kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan barang akan diukur volume dan dimensi di lapangan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Sementara ini diindikasikan over tonase. Over tonase ini saya arahkan ke penyidik untuk menanyakan kepada pengemudi, apakah dia mengetahui kalau over tonase? Kalau mengetahui perintahnya siapa? Nah itu nanti yang memberikan perintah itu akan kita periksa,” ungkapnya.

Saat ini, Unit Lakalantas Polrestabes Semarang masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Sampai sejauh ini, pihaknya juga belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan hingga menimbulkan korban jiwa di Jalan Abdulrahman Saleh, dekat Swalayan Ramai, Manyaran, Semarang Barat, Rabu (10/1) sekitar pukul 15.30.

“Pengemudi masih kita periksa, kita tidak langsung menetapkan tersangka ke pengemudinya, kasihan kalau tidak tahu apa-apa. Jadi, tersangkanya belum bisa kita sampaikan karena masih didalami,” kilahnya.

Menanggapi terkait antisipasi terulangnya kembali kecelakaan, Ardi mengaku telah memerintahkan jajarannya melakukan pemetaan di sekitar TKP. Di antaranya, mengukur berapa panjang jalan turunan, sudut elevasi tanjakan, serta lebar jalan, termasuk pusat-pusat keramaian di sekitar lokasi.

“Itu nanti bisa menjadi dasar kami untuk menyampaikan ke Dishub dan Pekerjaan Umum melalui forum lalulintas, untuk menegaskan kembali bahwa jalur tersebut jalur larangan kendaraan berat,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong kepada instansi terkait, yakni Dishub untuk melengkapi infrastruktur lokasi turunan jalan tersebut. Baik berupa rambu larangan maupun pita marka kejut. “Pita kejut juga perlu untuk kendaraan biasa agar waspada, karena memang situ daerah rawan,” katanya. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here