Kades Ancam Tutup Proyek Tol

1671
PROTES TOL : Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan Bahurekso saat rapat dengan perwakilan PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), di kantor PBTR Medono, Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PROTES TOL : Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan Bahurekso saat rapat dengan perwakilan PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR), di kantor PBTR Medono, Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Puluhan Kepala Desa yang tergabung dalam Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan Bahurekso mendatangi Kantor PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR). Mereka  menyampaikan mosi tidak percaya terhadap buruknya pelaksanaan proyek jalan tol yang dilakukan PT PBTR dan PT SMJ.

Sekretaris Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan Bahurekso, Saridjo mengungkapkan mereka pada intinya mendukung dan membantu pelaksanaan proyek jalan tol yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Namun dengan syarat dalam pelaksanaan pembangunan proyek jalan tol, para pelaksana atau rekanan yakni PT SMJ dan PT PBTR mematuhi aturan yang telah disepakati dengan Pemda dan Desa. Yakni tidak merusak fasilitas umum atau jalan, dan menutup tanpa memberikan solusi pada warga sekitar.

“Pembangunan jalan tol di Kabupaten Pekalongan ini sudah berjalan dua tahun. Namun kehadiran PT SMJ dan PT PBTR justru merusak fasilitas umum. Mulai dari jalan, saluran irigasi hingga menimbulkan banyak korban dan tidak bertanggungjawab,” ungkap Saridjo.

Dia juga mengatakan kehadiran para Kades dan Pengurus Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan Bahurekso hanya menuntut agar PT PBTR memperbaiki saluran irigasi yang rusak yang ada di Kecamatan Sragi dan Bojong. Serta memperbaiki jalan desa yang rusak karena dilalui oleh armada PT SMJ dan PT PBTR.

Menurutnya jika sampai akhir Januari 2018 PT BPTR juga tidak memenuhi tuntutan para Kepala Desa tersebut. Mereka akan mengerahkan massa untuk menutup dan menghentikan proyek jalan tol. “Kami akan mengerahkan massa untuk menutup proyek jalan tol hingga tuntutan kami dipenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PT PBTR, Sartono ketika dikonfirmasi terkait tuntutan Paguyuban Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan Bahurekso tidak bersedia memberikan keterangan, dengan alasan harus seizin pimpinan. (thd/ric)