DPD REI Jateng Bentuk Koperasi

953
Koordinasi : Perwakilan Komisariat DPD REI Jateng tengah melakukan rapat pembentukan koperasi. (istimewa)
Koordinasi : Perwakilan Komisariat DPD REI Jateng tengah melakukan rapat pembentukan koperasi. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jateng membentuk koperasi sebagai upaya memenuhi kebutuhan para anggota, khususnya untuk pemenuhan material pembangunan rumah.

Pembentukan juga dilakukan untuk mensinergikan pengembangan usaha DPD REI Jateng. Sekretaris Koperasi REI Jasa Sejahtera Joko Sulistiyono mengatakan koperasi ini berhasil dibentuk Rabu (10/1). Dijelaskan meskipun sudah ada DPD REI, koperasi ini sangat penting bagi 203 pengembang yang tergabung dalam anggota DPD REI Jateng.

Pembentukan koperasi ini dilakukan untuk mensinergikan antara Koperasi REI yang sudah berbadan hukum. Karena bagaimanapun dalam pengembangan usaha skala besar DPD REI Jateng memerlukan wadah yang sudah berbadan hukum, sehingga munculah ide untuk membuat Koperasi REI Jasa Sejahtera.

“Koperasi ini bertujuan untuk mengayomi para anggotanya. Misalnya dalam pembelian bahan material pembangunan perumahan memerlukan dana yang cukup besar, dan butuh modal yang besar pula. Bayangkan rata-rata sehari pengembang anggota REI membutuhkan semen sekitar 20.000 sak, ini belum termasuk bahan-bahan lainnya,” tutur Joko.

Bila kebutuhan bahan material dapat diatasi koperasi tentunya harga bisa ditekan dan keuntungan pada akhirnya juga akan dikembalikan kepada anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Koperasi ini pada tahap akan menyediakan bahan bangunan untuk anggota, sedangkan tahap berikutnya diperkirakan tentang simpan pinjam.

Pada rapat koperasi REI ini, ditetapkan simpanan pokok untuk anggota Rp 3 juta dan simpanan wajib Rp 500.000 yang akan dibayarkan selama 10 bulan. Sedangkan modal awal sesuai ketentuan Dinas Koperasi Rp 75 juta. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembelian bahan material perumahan baik semen, bata ringan, besi, baja ringan dan kebutuhan lainnya.

“Saat ini kami sudah melakukan penjajakan dengan salah satu produsen semen. Perusahaan semen ini menginginkan agar pembelian dapat dilakukan secara besar dan dikoordinasi dalam satu wadah, sehingga akan mendapatkan  harga yang lebih murah,” tambah Joko. (tya/ric)