Dihantam Ombak, Lima Perahu Nelayan Terbalik

331

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebanyak lima perahu nelayan terbalik akibat dihantam ombak besar. Kejadian itu dialami para nelayan saat akan mencari ikan di perairan lepas dermaga Tunggulsari, Mangunharjo, Tugu, Semarang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Semua awak perahu berhasil dievakuasi Tim Basarnas Jateng dan anggota Polsek Tugu.

Lima perahu yang terbalik tersebut diketahui milik Parno, Busro, Yaman, Asrofi, dan Sarjono, semuanya warga Tanggulsari, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. “Para nelayan sudah kembali dalam keadaan selamat beserta perahunya. Untuk korban jiwa nihil,” kata Kapolsek Tugu Kompol Davis Busin Siswara, Kamis (11/1).

Dikatakan, penyebab musibah itu adalah faktor cuaca yang kurang bersahabat. Saat ini, tengah terjadi ombak tinggi di perairan Laut Jawa. Karena itu, warga utamanya para nelayan yang hendak beraktivitas ditengah laut harus lebih berhati-hati.

Koordinator Humas Basarnas Jateng, Zulhawary Agustianto, mengatakan, semua perahu nelayan sudah merapat ke dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebelumnya, sejumlah perahu sempat belum dapat merapat ke daratan disebabkan ombak besar. Mereka berlindung di kapal tanker dan kapal-kapal besar lainnya.

“Tadi ada beberapa nelayan yang belum kembali dari laut lantaran gelombang besar. Namun pada pukul 11.20. Alhamdullilah tidak ada korban jiwa, semua nelayan sudah kembali ke dermaga,” katanya.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang, Retno Widyaningsih, menjelaskan, diperkirakan akan terjadi gelombang tinggi di Perairan Laut Jawa hingga 16 Januari mendatang. Sedangkan arah angin dari Barat Laut dengan kecepatan 8 – 15 knot, dan arah arus dari Barat Daya–Barat dengan kecepatan 5 – 15 cm/s.

“Tadi sudah ada warning, kita keluarin malam ini, besok pagi nanti di-update. Tinggi gelombang di pantai kisaran 1,5 sampai 2 meter. Kalau di tengah sampai 3 meter. Tadi warning kita sampai 4 meter,” terangnya.

Retno mengakui sampai sejauh ini masih melakukan penelitian terkait fenomena ini. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus berhati-hati ketika akan beraktivitas di laut.

“Saya belum tahu pasti penyebabnyaapa, kita masih teliti. Dimungkinkan di atas Laut Jawa ditutupi awan ngeblok hitam. Ya ,sebaiknya warga hati-hati untuk mewaspadai ketika ada awan hitam ngeblog diatas laut,” harapnya. (mha/aro)