Bawang Brebes Diborong Pemerintah

555
BORONG : Bulog Sub Drive Pekalongan Jawa Tengah siap memborong bawang merah milik petani Brebes, untuk menstabilkan harga. (istimewa)
BORONG : Bulog Sub Drive Pekalongan Jawa Tengah siap memborong bawang merah milik petani Brebes, untuk menstabilkan harga. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, TEGAL – Petani bawang Brebes saat ini sedang panen bawang merah yang cukup besar jumlahnya. Namun justru harga di pasaran anjlok sehingga sangat merugikan petani. Untuk itu, berbagai cara dilakukan pemerintah melalui Bulog Subdrive Pekalongan dan Bank Indonesia untuk mengatasi masalah ini.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Pekalongan Jawa Tengah, Muhson, mengatakan atas adanya kasus ini Bulog siap membeli bawang petani dengan harga pantas. Pada tahap pertama, Bulog akan membeli 7,5 ton bawang merah dengan harga Rp13 ribu per kilogram. “Pembelian bawang merah milik petani tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam upaya mendongkrak harga komoditas yang kini sedang anjlok, sekaligus sebagai langkah stabilisasi harga komoditi pangan,” katanya, Kamis (11/1).

Saat ini, harga bawang merah pada tingkat petani di Kabupaten Brebes terus merosot selama dua bulan terakhir ini hingga mencapai titik terendah Rp 3.500 per kilogram. Berbagai upaya telah dilakukan para petani untuk menstabilkan harga bawang dengan melakukan unjuk rasa meminta pemerintah dan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen petani bawang.

Langkah ini, ujar Muhson juga sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kestabilan harga bawang merah. Oleh karena itu, Bulog akan melakukan pembelian bawang merah sesuai kebutuhan agar petani tidak merugi. Selain itu Bulog juga menyiapkan gudang kapasitas 2.000 ton, yang siap untuk menampung dan menyerap bawang merah petani.

Ditambahkan Kepala BI Tegal Joni Marsius, sesuai data yang dimiliki, dibandingkan produksi bulan Desember 2016, sebenarnya produksi tahun ini hanya sebagian saja. Anehnya informasi yang tersebar di tingkat petani saat ini jatuh sangat dalam di kisaran dibawah Rp 10 ribu. Sementara dibandingkan biaya produksi Break Event Point (BEP) berkisar antara Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu. “Padahal data harga bawang merah di pasar  atau di tingkat konsumen saat ini sebesar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, terdapat perbedaan harga yang cukup besar antara harga petani dan pasar,” jelasnya

Atas kejadian tersebut, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Brebes langsung melakukan sidak lapangan dan rapat teknis untuk mengamankan harga petani. Sehingga dikeluarkan rekomendasi berupa arahan untuk setiap ASN di Kabupaten Brebes melakukan penyerapan bawang merah dengan membeli bawang merah dari petani minimal 1 kilogram.

Bahkan juga mengirimkan surat rekomendasi kepada Gubernur Jateng, dengan  rekomendasi hal yang sama di seluruh ASN di Jateng diimbau agar membeli bawang merah dari petani minimal 2 kilogram dengan harga Rp 30 ribu. “Dengan cara ini diharapakan petani tertolong dan mengurangi kerugian yang cukup dalam. Hal tersebut diteruskan ke beberapa instansi lain,” ujarnya. (han/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here