Undip Siap Bangun Kampus 3 di Bandar

1335
KUNJUNGAN – Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, bersama Bupati Batang Wihaji, saat mengunjungi lokasi lahan yang akan dijadikan Kampus Undip di Bandar Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KUNJUNGAN – Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, bersama Bupati Batang Wihaji, saat mengunjungi lokasi lahan yang akan dijadikan Kampus Undip di Bandar Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG –Impian masyarakat Batang memiliki sebuah Perguruan Tinggi dalam waktu dekat akan segera terwujud. Pasalnya Universitas Diponenoro (Undip), tahun 2018 ini akan membuka Kampus 3 Fakultas Pertanian dan Peternakan di Desa Tumberep, Kecamatan Bandar.

“Bahkan tahun 2018 ini, sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru. Jika gedung belum siap, kami akan menyewa gedung untuk perkuliahan,” kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, saat audensi dengan Bupati Batang, Wihaji, di ruang rapat Abirawa, Rabu (10/1).

Selama ini Undip memiliki Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP). Namun belum  memiliki lahan, sehingga butuh gedung dan lokasi praktek baru. Selain mahasiswanya semakin banyak, juga butuh fasilitas penunjang baru. Beruntungnya, Pemerintah Kabupaten Batang memberikan hibah tanah untuk membangun kampus ini. “ Rencananya hibah tanah Pemkab Batang akan kita bangun Kampus 3 Undip,” ujarnya.

Selanjutnya, setelah proses hibah kelar, rencana awal Tahun 2018 ini akan mendirikan berupa Teaching Factory, semacam lembaga pembelajaran yang berorientasi bisnis dan produksi. Yang langsung dikelola oleh FPP Undip. Rencananya tahun ini, Undip  akan membeli alat-alat riset pertanian dan rencananya akan diletakkan di Kabupaten Batang. Sebelum gedung dibangun, akan adakan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat sekitar, agar masyarakat dapat merasakan kehadiran Undip di Kabupaten Batang.

Bupati Batang Wihaji mengatakan kehadiran Undip tentu sebuah kebanggaan tersendiri. Apalagi selama ini masyarakat Batang ingin ada Perguruan Tinggi Negeri di Kabupaten Batang.

“Kegiatan ini merupakan komunikasi awal, sebelum secara resmi menghibahkan lahan seluas 9,5 hektare di Desa Tumbrep Kecamatan Bandar,” jelas bupati.

Bupati juga berharap kepada Stakeholder terutama DPRD Batang dapat mempermudah proses hibahnya. Karena dalam Undang – Undang yang berlaku hibah, harus melalui persetujuan dewan. Maka demi kemaslahan umat, agar proses ini dimudahkan namun tetap sesuai prosedur yang berlaku.

“Secara resmi kita sudah melayangkan surat ke DPRD untuk meminta surat resmi persetujuan tanah hibah untuk Fakultas Pertanian dan Peternakan Undip,” tandasnya.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Batang Imam Teguh Raharjo akan menyetujui hibah tersebut, sepanjang untuk kemaslahan umat, apalagi untuk lembaga pendidikan.

“ Persoalahan hibah tanah sesuai proesesnya harus melalui persetujuan dewan untuk pelepasanya dan pemikiran DPRD akan kami prioritaskan,” jelasnya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here