Persaudaraan Adalah Menyayangi, Bukan Menyaingi

Perayaan Natal Umat Kristiani se-Kota Magelang 2017

628
KEDAMAIAN : Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito bersama jajaran forpimda Kota Magelang menyalakan lilin Natal, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KEDAMAIAN : Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito bersama jajaran forpimda Kota Magelang menyalakan lilin Natal, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM – Hari Natal memang jatuh pada 25 Desember 2017. Namun puncak perayaan se-Kota Magelang baru terselenggara kemarin. Seperti apa?

UMAT Kristiani se-Kota Magelang berkumpul menghadiri perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 bersama di gedung Tribhakti, Rabu (10/1). Perayaan ini mengusung misi kedamaian.

Romo FX Krisno Handoyo menyampaikan kerinduan bumi yang damai. Saat memimpin doa syafaat, ia mengajak umat Kristiani menjaga kedamaian dengan umat agama lainnya. Dia menyebutkan apa arti sebuah persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.

“Persaudaraan adalah menyayangi bukan menyaingi, merangkul bukan memukul, membina bukan menghina, mencari solusi bukan mencari sensasi, menghargai bukan menghakimi,” pesannya, kemarin.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito hadir bersama wakilnya, Windarti Agustina dan seluruh jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Kota Magelang. Orang nomor satu di Kota Magelang ini juga menyampaikan pesan yang sama.

Namun Sigit mengaitkan dengan momentum tahun politik. Sebentar lagi, Kota Magelang akan ikut berpartisipasi dalam menentukan nasib Jawa Tengah dengan memilih kepala daerah. “Gunakan hak pilih sesuai dengan pilihan saudara,” ujarnya.

Bila pilihan tersebut berbeda dengan orang lain, Sigit meminta menyikapi dengan bijaksana. Dan menghargai perbedaan.

“Jangan sampai karena beda pilihan jadi nggak rukun, jangan sampai timbul perpecahan. Kita harus menjaga kondusivitas kota yang sudah baik ini. Siapapun yang terpilih nanti, kita harus dukung dan berikan kesempatan untuk mewujudkan visi misinya,” imbuhnya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat waspada terhadap kemungkinan lain yang bertujuan memecah kerukunan warga Kota Sejuta Bunga. “Saya yakin di Kota Magelang kondusif, karena masyrakat kita sudah makin dewasa,” imbuhnya. (put/lis)