Peluang Emas dalam Jurusan Aktuaria

4271
ilustrasi & layout: nina/zetizen team
ilustrasi & layout: nina/zetizen team

RADARSEMARANG.COM – BAGI negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, ataupun Korea Selatan, asuransi merupakan hal krusial. Selain untuk jaga-jaga kalau ada hal urgent, asuransi banyak dimanfaatkan buat investasi masa depan. Karena itu, perkembangan perusahaan asuransi tersebut juga perlu jaminan.

Makanya, tiap perusahaan asuransi memerlukan orang yang mampu memperhitungkan peluang serta dampak dan segala risiko yang bisa ditemui di masa depan. Itu tuh tugas utama seorang aktuaris. Profesi tersebut juga punya keunikan jika dibandingkan dengan profesi serupa seperti ahli statistika maupun ahli matematika.

Prof Dr Basuki Widodo MSc, Dekan FMKSD ITS Surabayaa
Prof Dr Basuki Widodo MSc, Dekan FMKSD ITS Surabayaa

’’Aktuaris itu berbeda dengan ahli statistika ataupun lulusan matematika. Sebab, mereka belum tentu dibekali dengan modul tentang aktuaria. Ahli statistika pintar menghitung prediksi dan peluang, tapi saat bicara tentang analisis risiko dan dampaknya, mereka tidak bisa,’’ ungkap Dekan Fakultas Matematika, Komputasi, dan Sains Data Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Prof Dr Basuki Widodo MSc.

Kebutuhan akan aktuaris makin meningkat dalam lima tahun terakhir ini. Profesi aktuaris kian digemari karena tingginya gaji yang ditawarkan. Yakni mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Meskipun pekerjaan tersebut dipenuhi tantangan, tingkat stresnya masih rendah dan manageable loh. Bahkan aktuaris akhirnya dinobatkan sebagai Best Job in America oleh Business Insider!

Bukan cuma di luar negeri, kebutuhan aktuaris di Indonesia juga meninggi. ’’Kondisi sekarang, Indonesia krisis aktuaris. Jumlah aktuaris di Indonesia masih sangat sedikit. Bahkan, sampai detik ini, dosen spesialis aktuaria di Indonesia belum ada,’’ ujar Basuki.

Masalahnya, kebutuhan akan aktuaris belum sebanding dengan lulusan program studi aktuaria yang dimiliki Indonesia. Akibatnya, banyak perusahaan dalam negeri yang menggunakan tenaga asing sebagai aktuaris mereka. Sayang sekali. Sebab, sebenarnya banyak pemuda Indonesia yang bisa mengisi posisi itu. Keadaan tersebut mendesak beberapa perguruan tinggi negeri untuk segera membuka jurusan aktuaria.

Salah satunya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang membuka departemen aktuaria mulai tahun akademik 2018–2019. Sebanyak 60 kursi kosong disediakan. Selain ITS, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada pun berencana membuka prodi itu pada waktu yang sama. Adapun program S-1 Aktuaria di Indonesia sejauh ini baru ada di Institut Pertanian Bogor.

Aktuaria sendiri menggabungkan ilmu matematika, kalkulus bagian probabilitas, dan statistika, ekonomi, manajemen bisnis, finance, serta sains komputer. Jadi, buat kamu yang emang menyukai perhitungan dan analisis, jurusan aktuaria bisa kamu pertimbangkan di SNMPTN 2018!

Namun, untuk benar-benar menjadi seorang aktuaris, kita nggak cukup hanya bergelar sarjana. Dibutuhkan uji sertifikasi aktuaris dengan mengikuti tes dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Untuk menyelesaikan sertifikasi tersebut, kita butuh banyak pengalaman dan studi kasus serta memakan waktu hingga tujuh tahun. Well, pastinya butuh perjuangan untuk profesi yang menjanjikan, bukan? (erc/c22/fhr)

Silakan beri komentar.