Pantau Pergaulan Non Fisik Anak

263
Pengawas PAIS Kemenang Kota Semarang, Moh. Faojin tengah menyampaikan materi seminar parenting di SMP Teuku Umar Semarang baru-baru ini. (M. Zaenuri/jawa pos radar semarang)
Pengawas PAIS Kemenang Kota Semarang, Moh. Faojin tengah menyampaikan materi seminar parenting di SMP Teuku Umar Semarang baru-baru ini. (M. Zaenuri/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – SMP Teuku Umar Semarang menggelar seminar parenting bertajuk ”Komunikasi Efektif Orang Tua dan Anak di Zaman Now”, baru-baru ini. Narasumber dari Pengawas PAIS Kemenag Kota Semarang, Moh. Faojin mengungkapkan, tantangan yang dihadapi dalam perkembangan anak  didik di zaman now yakni pengaruh kemajuan teknologi  komunikasi  serta pengaruh pergaulan teman sebaya.

Dikatakannya, penggunaan smartphone seharusnya membantu komunikasi efektif antar anak dan orangtua. Namun yang terjadi adalah pemanfaatan handphone oleh anak-anak yang cenderung mengarah ke hal-hal negatif. ”Hape buat chating, main game berlama-lama ya terkuras habis  waktu belajarnya,” tuturnya di hadapan ratusan orangtua dan siswa kelas IX  yang memenuhi halaman sekolah.

Selain itu, lanjut dia teman sebaya yang berperilaku negatif  sangat cepat pengaruhnya terhadap perilaku anak lainnya. ”Jangan sampai orangtua tidak memperhatikan pergaulan anaknya sendiri, tidak hanya pergaulan fisik namun juga pergaulan non fisik. Ya, kayak  chating-chating  di media sosial,” imbuh Ketua Pergunu Jateng ini.

Diakuinya, untuk mengatasi hal tersebut tentu tidak mudah. Oleh karenanya dibutu #Pergahkan komunikasi efektif antara orangtua dan anak. Dijelaskannya, untuk mencapai komunikasi yang ideal diperlukan perpaduan antara komunikasi verbal dan komunikasi spiritual. “Tidak bisa hanya nyuruh dan ngomong tapi orangtua juga harus selalu mendoakan  anak-anaknya di rumah,” katanya.

Faojin menambahkan keteladanan orangtua juga sangat diperlukan untuk mendukung terwujudnya komunikasi yang efektif. ”Pengen anaknya salat, orangtua ya harus salat, pengen anaknya rajin ngaji orangtua ya harus ngaji,” tandasnya. Salah satu orang tua siswa kelas IX yang hadir, Ratna Ningsih  tampak antusias mengikuti acara ini. Dia mengaku sangat tertarik karena tema yang diangkat sesuai dengan apa yang sedang dihadapi sehari-hari. “Anak-anak sekarang memang susah ya kalo diomongin. Ya, nanti saya akan coba praktekkan di rumah trik-trik yang diberikan,” katanya.

Kepala SMP Teuku Umar Semarang, Indraswari Cahyaningtyas mengatakan, kecenderungan teknologi yang  melesat cepat berpengaruh terhadap menurunnya kualitas komunikasi orangtua dan anak. Bahkan, yang terjadi sekarang ini anak-anak cenderung mengabaikan perintah orangtua maupun gurunya. “Harapanya setelah acara ini ada perubahan perilaku anak dari yang tadinya kurang baik menjadi baik,” katanya. (zen/sct)

Silakan beri komentar.