NU Harus Jaga Netralitas

323

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua PWNU Jawa Tengah Prof Abu Habsin meminta agar kalangan nahdliyin tetap menjaga netralitas dan tidak terpecah dalam Pilgub Jateng. Hal itu cukup beralasan, mengingat dua calon wakil Gubernur sama-sama dari kalangan nahdliyin. Dan di Jateng setidaknya 1/3 pemilihnya merupakan warga NU.

Mereka adalah KH Taj Yasin (Cawagub Ganjar Pranowo) serta Ida Fauziyah (Cawagub Sudirman Said). “Dua putra-putri NU ikut maju dalam Pilgub, jelas ini merupakan berkah bagi nahdliyin. Siapapun yang menang pasti dari nahdliyin” kata Abu Habsin, kemarin.

Meski menyimpan berkah, Abu Habsin meminta agar masyatakat terutama dari NU tidak terpecah belah. Karena tak bisa dipungkiri, berkah tersebut juga menyimpan potensi perpecahan di kalangan NU Jateng. Ia menegaskan, jika NU tetap harus menjaga netralitasnya dan tak boleh masuk dalam dunia politik. “Saya tegaskan, NU tetap netral tidak mendukung salah satu pasangan. NU tetap satu dan jangan ada perpecahan,” tegasnya.

Setiap warga NU memiliki hak suara sama dalam menentukan pilihan. Meski begitu, ia meminta agar tidak ada yang mengatasnamakan NU ketika memberikan dukungan kepasa pasangan calon. Perbedaan dalam memilik atau pendapat tidak masalah, tetapi tetap harus menjunjung tinggi sportifitas dan persatuan. “Warga NU sudah cukup dewasa, jadi saya kira Jateng tetap adem. Berbeda boleh, tapi jangan muncul perpecahan,” tambahnya.

Struktur NU juga dipersilahkan jika ingin menjadi bagian dalam kampanye Paslon. Dengan sarat, jangan membawa-bawa bendera NU apalagi untuk mendapatkan atau mencari masa. Masyarakat harus bisa memilih pemimpin yang amanah dan bisa semakin memajukan Jateng. “Bendera NU tidak boleh untuk atribut/kampanye politik,” tandasnya. (fth/zal)