Menghindari Belajar Sistem Kebut Semalam

169
Arum Destari
Arum Destari

RADARSEMARANG.COM – SETIAP siswa memiliki cara sendiri untuk me-up grade kemampuan dan pengetahuannya, salah satunya ialah dengan belajar. Belajar merupakan kegiatan berproses yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Tak jarang siswa disibukkan dengan tugas sekolahnya dan kebanyakan dari mereka menganggap tugas hanyalah untuk mencari nilai, sehingga ilmu yang didapat dari tugas tersebut tidak dapat diserapdengan baik. Padahal tujuan dari diberikannya tugas oleh guru kepada siswa yaitu untuk belajar dan menggali ilmu,  baik ilmu yang sudah diketahui maupun yang belum.

Kurang maksimalnya dalam belajar akan berdampak buruk bagi siswa itu sendiri dan seakan-akan belajar bukanlah suatu kebutuhan yang utama. Maka dari itu, banyak siswa yang belajar hanya pada saat akan dilaksanakannya ujian. Para siswa menggunakan waktu malam harinya untuk belajar semua materi ujian dalam waktu yang sangat singkat, biasanya kegiatan ini disebut dengan belajar kebut semalam (SKS).

Siswa yang belajar dengan sistem kebut semalam menggunakan waktu H-1 sebelum ujian untuk belajar semua materi pada malam harinya, dan mengurangi waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk istirahat atau tidur. Padahal semakin banyak jam tidur yang dikurangi oleh siswa, maka semakin buruk kinerja siswa tersebut pada saat mengerjakan ujian. Bisa saja siswa akan mengantuk saat ujian. Padahal ini sangat fatal karena jika siswa tersebut mengantuk, maka konsentrasi akan menurun dan berdampak buruk pada saat proses mengerjakan ujian.

Selain itu, siswa juga akan mudah lupa karena kapasitas ingatan memori manusia terbatas jika tidak dilakukan review materi secara berkala. Hal tersebut juga mempengaruhi ingatan setelah dilaksanakannya ujian, banyak siswa yang lupa akan materi yang baru saja mereka pelajari malam itu. Dengan keadaan kantuk, badan lelah, dan menjejali materi yang sangat banyak tentu saja itu akan menyiksa diri sendiri terutama otak dan kebugaran siswa.

Belajar yang baik tentunya dengan me-review materi yang sudah diajarkan oleh bapak/ibu guru secara berkesinambungan. Selain itu adapula strategi yang dianjurkan untuk siswa dalam proses belajar, diantaranya fokus pada materi yang dipelajari, menghindari belajar dengan sistem kebut semalam, menghubungkan informasi baru dengan hal-hal yang sudah diketahui, mengajarkan konsep baru kepada orang lain, memberikan waktu ekstra pada bagian materi yang sulit, dan buatlah variasi materi dengan menghubungkan kegiatan yang siswa lakukan sehari-hari.

Hingga bagi penulis setelah mengadakan pengamatan, bahwa belajar pada jauh-jauh hari sebelum dilaksanakannya ujian sangat memberi manfaat. Selain tidak banyaknya materi yang dipelajari, yang terpenting adalah bagaimana ia dapat mempelajari materi dengan maksimal dan bisa diingat dalam jangka waktu yang lama. Alhasil, belajar memang sangat perlu, maka dari itu luangkan waktu untuk belajar dengan tidak memaksakan kemampuannya di luar kemampuan. (*/aro)

Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here