Jalan Penghubung Antar Desa Ambrol

479
AMBROL: Seorang warga Desa Jatijajar menunjukkan jalan desa yang ambrol, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMBROL: Seorang warga Desa Jatijajar menunjukkan jalan desa yang ambrol, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang, berdampak kepada ambrolnya jalan penghubung antar desa di Kecamatan Bergas. Jalan yang terletak di Desa Jatijajar tersebut ambrol dan tidak bisa dilalui.

Warga Desa Jatijajar, Tugino, 30 mengungkapkan putusnya jalan desa tersebut sudah terjadi sejak Sabtu (7/1) sore. “Warga jelas tidak bisa melintas, padahal ini akses desa yang utama menuju desa sebelah yaitu Desa Randugunting,” ujar Tugino, Rabu (10/1).

Akibatnya, apabila warga ingin ke desa sebelah yaitu Randugunting maka harus memutar sejauh lebih dari 2 kilometer. “Hujan yang deras menggerus tanah bagian bawah lapisan jalan, karena terus menerus akibatnya lapisan jalan langsung abrol,” tuturnya.

Sebelumnya, jalan hanya ambles sedalam 40cm. Karena tanah terus digerus air hujan, jalan menjadi ambrol sedalam 2 meter dan panjang 10 meter. Jalan yang memiliki lebar 4 meter tersebut kini hanya menjadi tontonan warga setempat.“Jalan ini ada di Dusun Saren Desa Jatijajar perbatasan langsung dengan Desa Randugunting,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mustofa, 47, warga Dusun Saren. Dikatakannya setiap hari jalan yang ambrol tersebut dipakai beraktivitas warga Desa Jatijajar dan Desa Randugunting Kecamatan Bergas.

Selain itu jalan juga bisa dipakai menuju wilayah Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen. Pasca jalan yang putus ini warga jika hendak beraktivitas menuju tempat kerja maupun menuju pasar harus berputar. “Yang berdekatan Dusun Senden, sekarang harus berputar kurang lebih 2 km,” ujar Mustofa.

Informasi yang ia peroleh dari Pemdes Jatijajar, jalan tersebut rencanannya akan dibangun kembali pada 2018 dengan diaspal. Warga lainnya, Nur Cholis, 42, menambahkan, jalan tersebut merupakan akses pintas untuk beraktivitas warga. Warga yang melewati jalan ini jarak tempuhnya semakin dekat. “Karena kondisi jalan ambles ini ya harus berputar,” kata Nur.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Jatijajar Sugiarto mengatakan jika pada 2018 ini Pemdes berencana akan memperbaiki jalan yang ambrol tersebut. “Rencananya tahun ini, jalan tersebut akan kami aspal,” kata Sugiarto.

Dikatakannya, penyusunan anggaran untuk jalan tersebut sudah dilakukan di APBDes 2018. Dimana dalam Dana Desa (DD), infrastruktur menjadi fokus pembangunan di desa. “Karena semua sudah diatur dalam DD, makannya akan kita lakukan di tahun 2018 ini. Kita bangun supaya masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya. (ewb/bas)