33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Empat Daerah Tingkat Penularan Tinggi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berdasar catatan Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) Jawa Tengah, ada empat daerah yang memiliki risiko penularan HIV/AIDS paling tinggi. Salah satu media penularannya dari penggunaan jarum suntik.

Demi menekan angka penularan HIV/AIDS serta penyalahgunaan jarum suntik di kalangan remaja, Aktivis GERAM Jawa Tengah perkuat koordinasi dengan Komisi Perlingungan HIV/AIDS (KPA).

Sekretaris KPA Jateng, Zaenal Arifin mengatakan GERAM sebagai organisasi masyarakat (ormas) strategis di bidang pencegahan narkoba harus berperan aktif dalam menanggulangi penyalahgunaan jarum suntik yang marak di kalangan anak muda.

“Lebih baik kita bersama-sama mengedukasi masyarakat. GERAM punya peran dalam penjangkauan penggunaan alat suntik. Ini sangat penting untuk penanggulangan HIV/AIDS,” ungkapnya saat menerima Ketua DPD GERAM Jateng, Havid Sungkar, baru baru ini.

Zaenal mengungkapkan, pengguna jarum suntik (penasun) mendominasi kasus penularan HIV/AIDS di Jawa Tengah. Pihaknya bahkan menemukan paling tidak empat daerah yang kasus penularannya tinggi dibanding daerah lainnya. Yakni, Kota Salatiga, Semarang, Solo dan Temanggung.

“Kalau bisa menggaet beberapa mitra untuk melakukan penjangkauan ke daerah-daerah tersebut. Apalagi, di Semarang banyak kasus penasun tetapi sulit ditangani,” bebernya.

Menurut Zaenal, pihaknya melakukan operasi intelejen untuk masuk ke lokasi-lokasi rentan penggunaan jarum suntik. Ia berharap, GERAM dapat masuk ke dalam wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi.

“Apalagi anak-anak muda banyak yang terkena kasus narkoba. Seperti di area lapas di Jateng terdapat 300 penghuninya yang menggunakan narkoba. Ini patut kita waspadai bersama,” tandasnya. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dewan Kembalikan Mobil Dinas

MAGELANG–Seluruh anggota DPRD Kota Magelang akhirnya mengembalikan mobil dinas yang selama ini dipakai untuk menunjang mobilitas mereka. Pengembalian mobil dinas menyusul diberlakukannya Peraturan Pemerintah...

Jalur Alternatif Mudik Disiapkan

KAJEN - Lantaran masih banyaknya jalan rusak, akibat adanya proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang, Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, Jumat (14/4) bersama Dinas Perhubungan...

Melongok Kampung Urban Farming di Panjangan Asri, Manyaran

Minimnya lahan pertanian di perkotaan membuat warga Panjangan Asri, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat membuat pertanian dengan konsep urban farming. Seperti apa? ABDUL MUGHIS SEMARANG - Perkampungan...

BPP Setuju Perda Izin Gangguan Dicabut

SEMARANG - Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Semarang tidak keberatan Perda No 20 Tahun 2011 tentang Izin Gangguan (HO) dicabut. Keputusan ini diambil...

Banyak Berkas Bacaleg Belum Lengkap

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Seperti yang diprediksi sebelumnya, partai politik mendaftarkan bacaleg di hari terakhir, Selasa (17/7). Setelah diteliti, banyak berkas pendaftaran yang belum lengkap....

Pemkot Apresiasi Konser Earth Wind & Fire

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendukung digelarnya konser musisi berskala internasional. Datangnya grup band dunia akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menjadi promosi...