Dua Bocah Ditemukan Tewas Di Kolam Retensi

704
PENCARIAN: Pencarian mayat yang dilakukan oleh warga dibantu tim SAR Buser di kolam retensi Komplek GOR Pandanaran, kecamatan Bergas, kemarin. (ISTIMEWA)
PENCARIAN: Pencarian mayat yang dilakukan oleh warga dibantu tim SAR Buser di kolam retensi Komplek GOR Pandanaran, kecamatan Bergas, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dua bocah ditemukan tewas di kolam retensi Kompleks GOR Pandanaran Kecamatan Bergas, Rabu (10/1) petang. Mayat pertama kali ditemukan oleh salah satu penjaga GOR, Ali Maskur, 28.

Penemuan bermula saat Ali yang bertugas sebagai penjaga GOR hendak membuka lapangan bola voli dan setelahnya bermaksud untuk membuka pintu stadion. “Saat saya menuju pintu stadion, saya melihat ada sandal dan seperti mayat mengapung di kolam retensi,” katanya.

Diketahui, dari akses utama untuk menuju pintu stadion hanya satu jalur dan itu melewati kolam retensi. Setelah di dekati ia baru sadar ternyata sesuatu yang mengapung tersebut adalah mayat.”Saya tidak berani mengangkat, terus teman saya Adi Cahyono (25), yang mengangkat korban,” kata Ali saat ditemui di kolam kompleks GOR Pandanaran di Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang.

Setelah diangkat ke daratan, Ali bergegas mencari bantuan dan mencoba menghubungi pihak berwajib. Tak lama berselang, Tim SAR Buser dan pihak kepolisian tiba dilokasi. Karena melihat ada dua pasang sandal diyakini jika mayat tidak hanya satu saja. Tim SAR Buser lantas menyisir kolam retensi tersebut. Benar, satu mayat lagi berhasil ditemukan.

Keduanya langsung di bawa ke RSUD Ungaran untuk dilakukan visum. Kapolsek Bergas AKP Winarno memastikan jika kedua korban meninggal tenggelam di kolam yang berada di kompleks GOR. Keduanya merupakan siswa SDN Langensari 01 Kecamatan Ungaran Barat. “Namanya Kholi Dhotul Agustiani, 9, dan Viky Iksan, 9,” kata Winarno.

Keduanya merupakan warga Setinggen RT 01/RW 09, Wujil, Kecamatan Bergas. Keduanya merupakan teman satu kelas di SDN Langensari 01. Setelah kejadian ini, sejumlah warga maupun guru korban berdatangan menuju kamar mayat RSUD Ungaran. Untuk korban Kholi Dhotul Agustiani, tinggal di Setinggen kos bersama ibunya, sedangkan Viky merupakan asli warga Setinggen. (ewb/bas)