Dorong Perda Difabel

302
PRODIFABEL : Para pembicara workshop Peningkatan Kapasitas OPD dan NGO Untuk Advokasi Difabel Kota Salatiga. (IST)
PRODIFABEL : Para pembicara workshop Peningkatan Kapasitas OPD dan NGO Untuk Advokasi Difabel Kota Salatiga. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Pada tahun 2012 Kota Salatiga mendeklarasikan sebagai kota inklusi, namun Pemkot belum bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Meski begitu Pemkot terus berupaya mewujudkan tata kota dan kebijakan prodifabel.

“Insya Allah saya akan berupaya mengoptimalkan pembangunan dan pelayanan yang memperhatikan kaum difabel,” papar kepala Dinas Sosial Kota Salatiga Rochadi yang membacakan sambutan walikota dalam workshop Peningkatan Kapasitas OPD dan NGO Untuk Advokasi Difabel Kota Salatiga. Kegiatan yang digelar untuk merumuskan dukungan OPD terhadap warga berkebutuhan khusus tersebut dilaksanakan di Aula Merapi D’Emerick Hotel, Rabu (10/1).

Kegiatan yangsaat ini yang tengah dikerjakan, lanjut Rochadi, adalah melalui pembangunan trotoar dan ruang terbuka yang prodifabel. “Dan menjadi PR kami adalah bersinergi dengan DPRD untuk mewujudkan Perda Difabel,” lanjut Rochadi.

Sementara Koordinator Pusat Pengembangan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (PPRBM) Solo Wening Swasono berharap kegiatan tersebut guna membangun pemahaman tentang konsep tentang difabel. “Selain itu juga guna menjaring nama-nama dan perwakilan OPD dan NGO untuk membentuk tim koordinasi/advokasi difabel lintas OPD di tingkat kota. Dalam workshop 3 hari ini juga akan dilakukan sharing permasalahan difabel dalam bidang sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan permasalahan lainnya,” terangnya.

smulai aktif di Salatiga sejak Maret 2016 dan sudah melaksanakan berbagai kegiatan di dua kecamatan, Tingkir dan Argomulyo. Dua kecamatan tersebut sudah membentuk tim pendamping difabel. “Kita juga telah melakukan training, sosialisasi terkait difabel, serta penelitian. Nanti dalam workshop ini akan kita paparkan hasil pengamatan tersebut sehingga bisa dijadikan acuan kebijakan ke depan,” tambah Wening Swasono. (sas/ton)

Silakan beri komentar.