Dianggap Nyeleneh, Ganjar dan Hendi pun Tertarik Mencoba

Grace W Susanto, Dokter Gigi yang Kenalkan Terapi Gusi

566
TERAPI GUSI: Grace W Susanto saat melakukan terapi gusi salah satu pasiennya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERAPI GUSI: Grace W Susanto saat melakukan terapi gusi salah satu pasiennya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Metode pengobatan terapi gusi terdengar belum familiar di Kota Semarang. Padahal pengobatan yang dipercaya mampu mengusir segala penyakit ini sudah ada sejak 1998 silam. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

GRACE W Susanto merupakan salah satu praktisi terapi gurah di Semarang. Dia membuka praktik di bilangan Erlangga Raya, Semarang. Di tempat itu, Grace sudah belasan tahun menggeluti praktik terapi gusi.

“Biasanya yang datang kemari mengeluh sakit kepala, gangguan pencernaan sampai penyakit-penyakit yang sudah menahun,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diceritakan, terapi gusi sebenarnya bukan hal baru sebagai alternatif pengobatan. Terapi ini lahir saat krisis ekonomi pada 1998 silam. Di tengah krisis yang berdampak pada perekonomian keluarga, Grace mula-mula dibantu suaminya membuka praktik terapi gusi dengan menggabungkan diet golongan darah.

Dengan menggabungkan dua metode pengobatan tersebut, ternyata mampu meredakan beragam keluhan penyakit. Apa yang ia lakukan selama ini kerap disebut sebagai metode pengobatan yang nyeleneh.

“Terapi gusi ini bisa dilakukan dengan sederhana. Tidak perlu obat-obatan, tidak perlu zat kimia. Hanya perlu dirangsang gusinya. Suami saya yang ahli anatomi mengajari saya banyak manfaat yang didapat seseorang dengan terapi gusi. Itu bisa mengatasi gangguan kesehatan,” jelasnya.

Dibantu suaminya, Grace mempelajari cara mendeteksi anatomi tubuh yang mengalami masalah kesehatan. Proses pengobatannya dengan membuang jaringan mati di dalam pembuluh darah perifer. Sehingga membantu kelancaran sirkulasi darah dan secara tidak langsung mendukung fungsi sistem limfatik untuk kekebalan tubuh.