Desember, Harga Saham Naik

832

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bulan-bulan bahagia maupun bulan-bulan sedih ternyata juga ada di pasar modal. Salah satunya terkait dari naik turunnya harga saham

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Semarang, Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, pasar modal memiliki kecenderungan pola-pola tertentu. Seperti yang ditemukan dalam penelitian perjalanan pasar modal Indonesia mulai tahun 1994 hingga 2016 atau selama 23 tahun.

Dari penelitian tersebut, bisa dilihat bahwa Desember menjadi bulan paling membahagiakan investor, karena dari 23 tahun, sebanyak 20 kali return naik dan rata-rata tertinggi. Kalaupun turun sangat rendah dan tidak pernah di bawah 0,5 persen. “Hal ini bisa jadi karena akhir tahun perusahaan tutup buku dan membagi dividen. Sehingga juga berdampak pada naiknya harga saham,” ujarnya, baru-baru ini.

Kemudian Agustus disebut sebagai bulan yang paling menyedihkan. Return di bulan tersebut rata-rata minus hingga 4,6 persen. Kemungkinan turun juga dua kali lebih banyak dari kemungkinan naik. Yaitu 16 kali turun, dan 7 kali naik. Bahkan dalam sebulan pernah memberikan kerugian hingga -31,5 persen.

Begitu juga dengan September dan Oktober yang dinilai masih masuk dalam bulan-bulan sedih bagi investor saham di BEI. Return di bulan tersebut rata-rata masih negatif, dengan peluang kenaikan sebanding dengan peluang minus.

Namun demikian, untuk pembelian maupun penjualan saham, investor disarankan membuat tujuan awal terlebih dahulu. Apakah untuk diperjualbelikan dalam jangka pendek atau untuk investasi jangka panjang.

“Setelah itu juga perlu dipahami dengan teliti kondisi perusahaan, khususnya bagi yang akan membeli saham untuk investasi jangka panjang,” ujarnya. (dna/ric)

Silakan beri komentar.