RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah saksi diperiksa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang terkait perkara dugaan pencurian uang senilai Rp 2,3 miliar milik PT Nawakara Arta Kencana (NAK) Semarang, yang merupakan perusahaan jasa layanan pengamanan pendistribusian uang tunai, pada Rabu (10/1).

Dalam kasus itu telah menjerat tiga orang karyawan perusahaan tersebut diantaranya; staf kasir,Taufiq Setiyawan dan Fajar Pratono, kemudian petugas keamanan, Slamet Cipto Hadiyono. Ketiganya diperiksa dalam berkas terpisah, sedangkan dalam sidang pemeriksaan saksi atas terdakwa Taufiq. Sejumlah saksi yang dihadirkan yakni, Raden Dimas selaku Kepala Cabang PT NAK Semarang dan Ridwan Bagus selaku Koordinator kasir PT NAK Semarang. Kedua saksi merupakan pihak yang mengetahui kunci kombinasi untuk membuka brankas.

Kuasa hukum terdakwa Taufiq, Suryono berharap agar kliennya bisa mendapat keadilan dalam perkara tersebut. Menurutnya perbuatan Taufiq didasari atas itikad baik untuk melaksanakan perintah atasannya. Dikatakannya, dalam persidangan pemeriksaan saksi, terungkap fakta persidangan dimana saksi Raden Dimas mengakui bahwa benar saksi yang memerintahkan terdakwa Taufiq dan Fajar untuk mengeluarkan uang dari brankas.

“Bahkan saksi Ridwan Bagus juga mengakui kalau saksi (Ridwan,red) saat itu bersama dengan Taufiq dan Fajar mengeluarkan uang dari brankas atas perintah Raden Dimas. Jadi jelas semua itu sudah atas dasar perintah atasan,”kata Suryono yang merupakan Wakil Direktur LBH Mawar Saron Semarang ini usai sidang.

Dalam dakwaanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang Sri Suparni menjerat ketiganya telah melakukan pencurian sebagaimana pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP. Ketiganya juga didakwa melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana pasal 374 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

Dikatakan jaksa Sri, para terdakwa ini pada Kamis (15/6) jam 09.00 di kantor PT NAK Cabang Semarang di Jalan Erlangga Raya Nomor 48 Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Semarang Selatan, dengan sengaja mengambil uang tersebut.