RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang terus menggenjot sumber daya manusia khususnya dosen. Salah satunya dengan mendorong dosen untuk meraih gelar doktor. Terbaru adalah dikukuhkannya Sri Isnowati sebagai doktor di bidang ekonomi setelah menyelesaikan studi S3 atau doktornya di Universitas Diponegoro Semarang.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sri Isnowati mengatakan penelitiannya mengangkat judul Exchange Rate Pass Through (ERPT) di Indonesia, yakni mengukur perubahan nilai tukar terhadap harga domestik. Menurut dia, dampak perubahan dari nilai tukar terhadap harga domestik  merambat melalui mekanisme transmisi melalui para pelaku dalam perekonomian. “Penelitian ini bertujuan untuk membangun model ERPT  di Indonesia yang dikaji dari blok konsumen dan blok produsen,” katanya.

Ia menerangkan setelah model terbangun, selanjutnya masing- masing model dianalisis secara parsial dengan menggunakan alat analisis Error Correction Model (ECM). Setelah itu dilakukan analisis secara simultan untuk mengetahui pengaruh perubahan variabel yang digunakan dalam penelitian baik dari blok konsumen dan produsen terhadap harga domestik di Indonesia. “Dari analisis tersebut, akan menghasilkan pengaruh ERPT terhadap nilai tukar, sehingga bisa diantisipasi oleh konsumen ataupun produsen,” jelasnya.

Secara terpisah Rektor Unisbank Semarang Hasan Abdul Rozak menambahkan, setelah dikukuhnya Sri ISnowati sebagai doktor ekonomi, maka hingga saat ini Unisbank mempunyai 33 doktor dari berbagai disiplin ilmu. “Kami terus mendorong dosen Unisbank untuk bisa meraih gelar doktor sebagai wujud peningkatan terhadap kualitas pendidikan,” tambahnya.

Menurut dia, cara tersebut diambil sebagai langkah menggenjot akreditasi yang tahun ini ditargetkan bisa mendapatkan akreditasi unggul. Selain itu pihaknya juga mempersiapkan sistem pendidikan, peningkatan fasilitas dan sarana serta prasarana pendidikan. “Dari segi pengajar, kami juga menggenjot kemampuan dosen untuk melakukan publiksi internasional, serta peningkatan sumber daya manusianya berupa penguatan bahasa asing pertukaran dosen dan penguatan kerjasama dengan luar negeri,” bebernya. (den/ric)