Tanggul Sungai Ambles

Air Sungai Meninggi, Tanggul Terancam Jebol

305
BANGUN TANGGUL : Petugas BPBD Demak bersama warga sekitar melakukan kerja bakti bersama meninggikan tanggul Sungai Wulan dengan karung berisi tanah. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUN TANGGUL : Petugas BPBD Demak bersama warga sekitar melakukan kerja bakti bersama meninggikan tanggul Sungai Wulan dengan karung berisi tanah. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Kondisi tanggul Sungai Wulan di wilayah Kecamatan Mijen mulai retak dan amblas. Tanggul kritis tersebut berada di Desa Pecuk, Mijen, Jleper, dan Desa Gempolsongo. Untuk menanggulangi ancaman bahaya banjir itu, warga bersama aparat dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan langkah antisipasi dengan meninggikan tanggul yang rawan jebol tersebut.

Peninggian dengan ratusan karung yang telah diisi material tanah dilakukan bersama-sama. Kepala pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, tanggul Sungai Wulan keadaannya banyak yang sudah retak. “Tanggulnya sudah tua. Sungainya juga sudah dangkal. Rata-rata tanggul sungai di wilayah Demak seperti itu. Karena itu, setiap musim hujan seperti ini dilakukan peninggian agar air tidak meluber ke permukiman rumah warga,” katanya.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Mijen sebelumnya pernah banjir besar gara-gara tanggul Sungai Wulan jebol. Saat ini, kondisi permukaan air di Sungai Wulan juga terus meningkat sehingga mengakibatkan tanggul sungai tergerus cukup parah. “Untuk menangani masalah ini, kami koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana,” ujar Agus, kemarin.

Koordinator lapangan BPBD, Suprapto menambahkan, lokasi yang ditinggikan berada di posisi sebelah kanan Sungai Wulan yang mengalami amblas dengan kedalaman 50 meter. Akibatnya, air sungai masuk ke sela-sela tanggul yang longsor. “Para relawan Jaka Tingkir bersama warga Desa Pecuk dan Jleper melakukan kerja bakti peninggian tanggul,”katanya.

Terpisah, aktivis Palang Merah Indonesia (PMI) Demak, Musbakhul Munir mengungkapkan, PMI turut bergerak cepat melakukan tinjauan lapangan, utamanya dalam memantau kondisi tanggul Sungai Wulan yang kritis tersebut. “Kami juga koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan BPBD dan kawan kawan Sibat untuk melakukan langkah dini dalam upaya pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan. Peninggian tanggul secara darurat memang harus dilakukan secepatnya,” kata dia. (hib/ida)

Silakan beri komentar.