Lima Desa Gagal Cairkan Dana Desa

414

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Lima desa di Kebumen gagal mencairkan dana desa (DD). Penyebabnya, desa-desa tersebut, terkendala permasalahan surat pertanggung jawaban. Selain itu, dua desa lainnya Kebakalan, Karanggayam dan Candirenggo, Ayah, tengah tersandung kasus hukum.

Kepala Seksi Pendapatan Desa Dispermades PPPA, Heru Siswanto melalui stafnya Yan Setiawan menjelaskan, tiga desa lain yang gagal mencairkan dana desa adalah Blengorkulon, Ambal, Jatimulyo, Kuwarasan, dan Seliling, Kecamatan Alian. Ketiganya dan Kebakalan, gagal mencairkan dana desa tahap II 2017. Sementara Candirenggo gagal mencairkan dana desa tahap I dan II.

Yan merinci, Blengorkulon gagal mencairkan dana desa Rp 316.258.400 dari total Rp 790.646.000. Kebakalan Rp 337.548.000 dari Rp 843.870.000. Sedangka Jatimulyo Rp 310.916.000 dari Rp 777.290.000, dan Seliling Rp 357.766.800 dari Rp 891.917.000. Sementara Candirenggo gagal mencairkan Rp 824.985.000.

“Desa Kebakalan dan Candirenggo juga gagal mencairkan anggaran dana desa tahap II 2017. Candirenggo sebesar Rp 191.317.450 dan Kebakalan Rp 178 896.400,” jelasnya, Selasa (9/1) kemarin kepada jurnalis.

Karena gagal dicairkan, maka uang tersebut menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa). Dana desa bisa dicairkan kembali ketika desa mampu merealisasikan paling sedikit 70 persen dari total dana yang ada. Berbeda dengan dana desa, anggaran dana desa milik Candirenggo dan Kebakalan secara otomatis hangus. (jpg/isk)

Silakan beri komentar.