Golkar Ditinggal PDIP

468
DAFTAR : Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto saat menerima berkas dari Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
DAFTAR : Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto saat menerima berkas dari Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai Golkar ditinggal PDIP dalam kontestasi Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Sebab, hingga pendaftaran paslon Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Selasa (9/1) siang kemarin, partai berlambang pohon beringin ini tidak datang. Padahal, sebelumnya, Partai Golkar digadang-gadang akan ikut mengusung Ganjar-Yasin. Saat acara pendaftaran paslon di Panti Marhen, logo partai sudah dipasang bersama partai pengusung lain, seperti PDIP, PPP, Demokrat, dan Nasdem.

Komisioner Bidang Pemutakhiran Data Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Muslim Aisha menjelaskan, saat pengumpulan bekas pendaftaran Ganjar-Yasin, hanya ada empat partai yang mengusung. “PDIP, Demokrat, Nasdem, dan PPP. Golkar tidak bisa mengusung pasangan Ganjar-Yasin karena sudah ditutup untuk pendaftartan hari ini,” tegasnya.

Menurutnya, dari pendaftaran ini, berarti sudah final, Golkar tidak bisa masuk ke koalisi ini. Sebab, dari informasi yang dia terima, tidak ada rencana revisi partai pengusung. “Kalau Golkar mau maju, ya berarti mengusung sendiri. Tidak ikut koalisi ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian DPD I Partai Golkar, Iqbal Wibisono mengaku memang tidak mengusung Ganjar-Yasin. Pasalnya, keputusan koalisi dari tingkat DPP belum turun. Bahkan belum ada petunjuk langkah politik yang harus diambil.

“Itu mungkin yang dilakukan politisi tingkat atas. Prinsipnya apa pun keputusan DPP Partai Golkar kita tegak lurus untuk mengawalnya,” tuturnya.

Iqbal membeberkan belum adanya keputusan terhadap arah koalisi karena ada hal prinsip dalam politik yang harus diselesaikan. Apa saja, dia tidak memberikan jawaban. “Paling bersok malam (hari ini, red) sudah jelas dan pasti. Masih menunggu keputusan DPP,” ucap Iqbal.

Soal pemasangan logo Golkar di acara Panti Marhen, Iqbal mengaku tidak mengetahuinya. “Malah saya belum tahu. Golkar belum menentukan arah dukungan,” tegasnya. (amh/zal)