33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Divalidasi, Data Bangunan Bersejarah

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – DPRD Kota Magelang makin intens menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Magelang. Terkait hal itu, Pansus 2 DPD yang menangani Raperda ini, meminta data bangunan bersejarah di Kota Magelang untuk divalidasi. Dewan berencana memasukan pariwisata bangunan bersejarah sebagai alternatif wisata lain.

Ketua Pansus 2 DPRD Kota Magelang, Aktib Sundoko, Selasa (9/1) kemarin membenarkan pihaknya telah menerima data lampiran bangunan bersejarah di Kota Sejuta Bunga. Kata Aktib, data jumlah bangunan bersejarah tersebut masuk dalam lampiran draf Raperda yang diajukan oleh eksekutif.

“Namun, nantinya akan kami kaji dan validasi data tersebut. Karena kita belum tahu; apakah hampir semua bangunan bersejarah tersebut sudah masuk dalam data apa belum,” kata Aktib.

Validasi bangunan bersejarah penting untuk memetakan bangunan yang masuk dan layak sebagai benca cagar budaya. Validasi data bangunan bersejarah juga sebagai dokumen bagi Pemkot maupun masyarakat dalam memahami sejarah Kota Magelang melalui bangunan bersejarah. “Kota Semarang mampu menyulap dan menjual Kota Lama sebagai ikon pariwisata baru. Kalau Kota Magelang banyak bangunan bersejarah dan bisa, kenapa tidak?”

Hanya saja, permasalahan bangunan bersejarah sebagai ikon pariwisata baru, juga memerlukan kerja sama berbagai pihak. Sebab beberapa bangunan bersejarah, ada yang dimiliki perusahaan dan perseorangan. “Kendalanya disitu. Yang jelas, kami dan Pemkot berupaya mendata, menjaga, dan melestarikan bangunan bersejarah.”

Disinggung kemungkinan pendataan bangunan bersejarah sebagai benda cagar budaya sesuai UU No 5 Tahun 1992, Aktib mengaku belum bisa berbicara banyak. Alasannya, belum masuk dalam pembahasan. “Namun demikian, seyogyanya bisa masuk. Melalui Raperda ini, kami ingin bangunan bersejarah menjadi ikon baru pariwisata di Kota Magelang dan sebagai upaya memperhatikan bangunan bersejarah.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

PKL Diminta Patuhi Aturan Jualan

DEMAK-Satpol PP Kabupaten Demak mengimbau agar para Pedagang Kaki Lima (PKL) mematuhi aturan, agar tidak mengganggu ketertiban umum yang merugikan banyak pihak. Hal itu...

Taman Wisata Grendel Resmi Diluncurkan

MAGELANG–Taman Wisata Grendel di Kecamatan Pakis, Kamis (2/11) kemarin, diluncurkan. Taman wisata ini lokasinya di Dusun Grendel, Desa Punong, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Untuk pengembangan...

Taj Yasin Minta Restu Ketua PCNU Kendal

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng nomor urut satu Taj Yasin (Gus Yasin) mulai melakukan kampanye dukungan. Rabu (28/2) kemarin, Wakil Cagub...

Mantan Dirut BPR BKK Bantah Keterangan Saksi

KEBUMEN—Mantan Direktur PD BPR BKK Kebumen Budi Santoso, Kamis (24/11) kemarin, kembali dihadirkan di Pengadilan Negeri (PN) setempat. Dalam persidangan, terdakwa kasus perkara pencucian...

Bangun Kesadaran Hukum Melalui Upgrading

SEMARANG - Dalam rangka mengoptimalkan kinerja Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Wilayah Jawa Tengah, kegiatan Upgrading diadakan bersama lintas organisasi dan komunitas yang tergabung dalam...

Gerakan Siswa dan Pramuka Sapa dengan Metode Cek–Klik

RADARSEMARANG.COM - TANGGAL 13 Januari 2018  ada 84 warga kelurahan Patapahan,  Kecamatan Lebuk Pakam, Kabupaten Deli Sumatera Utara juga keracunan saat makan mie rebus....