33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Diadukan ke Ombudsman, Dinas Kurang Responsif

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – SELAMA 2017, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah menerima 24 laporan masyarakat atas pelayanan Pemerintah Kota Semarang. Laporan yang diadukan yakni dugaan maladministrasi terkait penundaan berlarut dalam menyelesaikan pengaduan masyarakat.

Plt Kepala ORI Perwakilan Jawa Tengah, Sabarudin Hulu, mengatakan, dari 24 laporan masyarakat atas pelayanan Pemkot Semarang, sebanyak 14 laporan masyarakat berhasil diselesaikan.

Pihaknya menyesalkan, karena beberapa laporan masyarakat pada 2016 masih belum ada penyelesaian hingga sekarang, yakni terkait penegakan Perda terkait tower telekomunikasi yang tidak memiliki izin.

Disebutkan, dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Semarang yang dilaporkan ke ORI Perwakilan Jateng, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Semarang (perizinan), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Bongsari, Kelurahan Tanjung Mas, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Semarang Barat, Dinas Kebakaran, RSUD KRMT Wongsonegoro, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum, serta Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas (BLU UPTD).

“Dari sekian dinas atau OPD yang responsif dalam merespons laporan masyarakat cuma Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, selebihnya kurang responsif. Adapun permasalahan yang paling banyak dilaporkan adalah maladministrasi,”ujar Sabarudin Hulu kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/1).

Dikatakannya, ORI Jateng merupakan lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 37 Tahun 2008 tentang ORI.

“Tahun 2017 secara keseluruhan kami menerima laporan maupun pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik dan maladministrasi mencapai 248 aduan. Kalau 2016, hanya 184 aduan,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, pelayanan yang banyak dikeluhkan warga umumnya soal pengurusan perizinan, pelayanan di kelurahan, serta BPJS. Sementara untuk layanan di bidang pertanahan adalah adanya pungutan liar dan tumpang tindih sertifikat. Sedangkan di instansi kepolisian, adanya penundaan berlarut, tidak adanya status kepastian hukum, serta masalah administrasi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kalau di kejaksaan adanya dugaan penyimpangan prosedur. Sebagai contoh, ada perkara yang bolak-balik berkasanya hingga sembilan kali dengan alasan belum lengkap. Ini kan tidak efektif,”sebutnya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Langgar Perda, Usaha Peternakan Disegel

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebagai bentuk penegakan perda, Satpol PP Kabupaten Semarang kembali melakukan penutupan tempat usaha. Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengungkapkan...

RSUD Ungkapkan Alasan Tak Gunakan BKN

UNGARAN – Direktur RSUD Ungaran, Setya Pinardi mengungkapkan alasan mengapa dalam proses perekrutan tenaga medis baru tidak menggunakan jasa Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Menurut Setya,...

UKSW dan IAIN, Sumbang Peningkatan Kualitas SDM

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Kota Salatiga memiliki dua perguruan tinggi yang besar dan dikenal. Keduanya adalah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Institut Agama Islam...

Adu Taktik Dua Pelatih Top

SEMARANG – PSIS akan melakoni laga ketiga di ajang Liga 2 musim 2017 ini. Johan Yoga dkk akan menjamu Sragen United, salah satu tim...

Ubah Buah Mengkudu Jadi Bolu Kurawa

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Mmengkudu atau pace merupakan buah yang memiliki banyak kandungan zat bermanfaat seperti nutrisi, antibakteri, serta antikanker. Manfaat buah mengkudu sangat banyak, di antaranya...

Launching Warung Sosial

SEMARANG - Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang dan Dinas Sosial Jateng kembali memperkuat kerja sama dalam pengembangan ekonomi bagi penghuni panti sosial. Jalinan kerja sama...