78 Dukuh Kampung KB Terima 697 KKN

872
TERIMA MAHASISWA KKN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima mahasiswa KKN Unikal di Pendopo Bupati, Selasa (9/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERIMA MAHASISWA KKN : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menerima mahasiswa KKN Unikal di Pendopo Bupati, Selasa (9/1) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 697 mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) diterjunkan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pekalongan. Mereka akan ditempatkan di 78 Dukuh Kampung KB di 13 Kecamatan Kabupaten Pekalongan.

Para mahasiswa Unikal akan melakukan KKN mulai 9 Januari hingga 8 Februari 2018. Selama di lapangan, mereka akan mengajar dan melaksanakan program-program konkrit yang berkaitan dengan pengembangan Kampung KB. Meliputi program kependudukan, keluarga berencana menuju keluarga kecil berkualitas, meningkatkan jumlah peserta KB aktif modern, ketahanan keluarga melalui bina keluarga balita, bina keluarga remaja, bina keluarga lansia, dan PIK.

Dari 78 Dukuh Kampung KB tersebut tersebar di 13 kecamatan. Tiap kecamatan dipilih 2 desa. Masing -masing desa dipilih 3 dukuh atau 3 kelompok KKN. Masing-masing kelompok terdiri atas 8 hingga 9 mahasiswa. Yakni di Kecamatan Wonokerto, Talun,  Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Bojong, Karanganyar, Paninggaran, Kajen, Buaran, Kesesi, Sragi dan Karangdadap.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa melalui KKN, mahasiswa mampu menjadi motivator dan fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, harus ada koordinasi dan kerjasama yang baik antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan stakeholders dalam upaya mensinergikan program dan kegiatan KKN dengan program-program pemerintah yang ada di desa.

Menurutnya Pemkab Pekalongan sangat membutuhkan masyarakat yang mengedukasi, mendampingi, memberikan ilmu yang berguna dan berdampak pada kemakmuran dan kesejahteraan, serta pendidikan.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa pada tahun 2014/2015 Kabupaten Pekalongan nomor satu di Jawa Tengah, untuk Angka Kematian Ibu Melahirkan. Namun pada tahun 2016 hingga 2017, Angka Kematian Ibu Melahirkan turun drastis, dari 38 kasus di tahun 2014/2015, di akhir tahun 2017 hanya 12 kasus.

“Saya berpesan kepada adik-adik yang ikut KKN yang berada di dusun dengan tingkat partisipasi KB masih kurang/di bawah 80 persen, harus ada upaya strategis. Untuk itu nanti adik-adik akan dibimbing oleh kades dan camat setempat,” kata Bupati Asip. (thd/ida)