7 Positif DBD, Desa Difogging

294
FOGGING : Petugas dari Dinkes Kabupaten Semarang saat melakukan fogging di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (9/1) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOGGING : Petugas dari Dinkes Kabupaten Semarang saat melakukan fogging di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Selasa (9/1) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Untuk menekan angka penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang melakukan fogging. Pasalnya, 7 warga di desa tersebut, sebelumnya telah terserang penyakit DBD.

Warga Dusun Ngaliyan Desa Kalongan, Nanik, 27, mengungkapkan selama 2018 ini baru pertama kali dilakukan fogging di wilayah tempat tinggalnya. “Tahun 2017, baru sekali dilakukan fogging yaitu sekitar bulan Januari,” kata Nanik, Selasa (9/1) kemarin.

Dikatakannya, persebaran penyakit tersebut dikarenakan kondisi lingkungan. “Kalau sekarang baru kali ini dilakukan,” katanya.

Ia menyambut positif langkah dari Dinkes Kabupaten Semarang yang melakukan fogging di wilayah tempat tinggalnya. “Fogging yang dilakukan cukup baik karena untuk membunuh nyamuk yang berkembang biak pada musim penghujan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun Ngaliyan, Isman mengatakan bahwa tujuh warganya terkena DBD terdiri 5 warga RT 06 dan 2 warga RT 04. “Kasus DBD terjadi pada bulan November-Desember,” kata Isman.

Bahkan salah satu dari tujuh warga yang terjangkit DBD tersebut harus menjalani tranfusi darah. Adapun tujuh warga tersebut, semuanya sempat opname di RSUD Ungaran. Untuk itu, temuan kasus tersebut kemudian dilaporkan menuju Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) dan diteruskan menuju Puskesmas Kalongan. “Rencananya setelah hari ini, sepekan kemudian akan dilakukan fogging kembali. Kalau dulu pas tahun 2016, ada 16 warga yang kena DB termasuk anak saya,” katanya.

Setelah dilakukan fogging itu, lanjutnya, pihaknya akan segera mengumpulkan warga untuk membahas kerja bakti. Kerja bakti dilakukan untuk membersihkan sampah dan membersihkan selokan, supaya tidak ada air yang menggenang. “Kami akan kumpulkan warga untuk membahas kapan akan dilakukan kerja bakti membersihkan lingkungan,” katanya. (ewb/ida)

Silakan beri komentar.