RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Jawa Tengah menemukan 452 pelanggaran yang dilakukan pengusaha dalam penyalahgunaan gas elpiji 3 kg. Pelanggaran tersebut terungkap saat Satgas melakukan monitoring di usaha non mikro Jateng sejak 30 Desember 2017 lalu.  Targetnya adalah usaha non mikro yang memiliki modal usaha di atas Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan.

“Kegiatan tersebut merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, untuk melakukan sidak ke restoran besar, laundry, usaha menengah ke atas, yang tidak berhak dan meminta mereka untuk tidak menggunakan elpiji subsidi 3 kg,” ungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, Senin (8/1) kemarin.

Lukas membeberkan, pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama satu minggu tersebut telah dilakukan pemantauan dan pengecekan terhadap 1.173 usaha non mikro di Jawa Tengah. Hasilnya, ditemukan 425 pelanggaran yang dilakukan berbagai tempat usaha termasuk hotel.

“425 pelanggaran yang dilakukan oleh 8 hotel, 3 laundry, 1 cafe, 52 peternakan, 355 rumah makan, 1 rumah tangga dan 5 toko roti. Tabung gas elpiji 3 kg yang ditemukan selama pelaksanaan pemantauan dan pengecekan adalah sebanyak 4.046 tabung,” bebernya.

Lukas menjelaskan, modus pelanggaran yakni pelaku usaha non mikro menggunakan tabung elpiji 3 kg sebagai bahan bakar. Padahal tabung tersebut merupakan subsidi bagi kalangan miskin.

“Kegiatan ini untuk memastikan agar subsidi tabung elpiji 3 kg tepat sasaran,” tegasnya.

Terhadap temuan ini, teguran lisan diberikan kepada para pemilik usaha non mikro yang memakai gas bersubsidi. Terkait penindakan dan langkah berikutnya, kepolisian menyerahkan kepada Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
“Dilaporkan ke Dinas Perdagangan untuk diberikan teguran tertulis,” pungkasnya. (mha/zal)