Taman Mangrove Sigandu Minim Fasilitas

837
PANTAU : Anggota DPRD Komisi B Provinsi Jawa Tengah saat meninjau lokasi taman wisata mangrove di Pantai Sigandu, Batang, Senin (8/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PANTAU : Anggota DPRD Komisi B Provinsi Jawa Tengah saat meninjau lokasi taman wisata mangrove di Pantai Sigandu, Batang, Senin (8/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, merasa prihatin dengan kondisi  taman mangrove Pantai Sigandu, Batang. Selain minim fasilitas juga sangat jauh jika dibandingkan taman sejenis di daerah lain.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Messy Widiastuti mengatakan, Pantai Sigandu dan khususnya taman mangrove salah satu objek wisata unggulan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

“Sayangnya fasilitasnya sangat minim. Bila dibandingkan dengan daerah lain sangat jauh. Namun kita tidak boleh patah semangat karena masih ada relawan yang mau melakukan wiyata bhakti membangun objek wisata dan kami selaku wakil rakyat akan memperhatikanya,” ucapnya saat bersama anggotanya melakukan kunjungan kerja ke taman mangrove Pantai Sigandu Batang, pada Senin (8/1).

Pihaknya mendorong Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, untuk memberikan bantuan dan memfasilitasi pengembangan objek unggulan ini.

“Namun tentunya harus terbentuk dulu Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) yang harus dirapikan sehingga bantuan akan bisa mengalir,” jelas Messy Widiastuti.

Menurutnya, pariwisata menjadi salah satu objek yang dapat mendongkrak pendapatan suatu daerah dan mengurangi tingkat kemiskinan.

“Tempat wisata sangat potensi sekali meningkatkan pendapatan masyrakat atau juga menurunkan angka kemiskinan, sehingga kita sepakat untuk membuat Perda untuk desa wisata,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemasaran, Ekomomi Kreatif dan Pengembangan SDM Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Endah Karunia Sabatai mengatakan, pemkab saat ini masih fokus mengembangkan objek objek wisata, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun oleh desa.

Untuk desa wisata yang terdata oleh Dinas Pariwisata sementara ini ada 8, meliputi desa wisata Pandansari, Kecamatan Warungasem, Sodong, Silurah Kecamatan Wonotungal, Keteleng,  Kecamatan Blado, Pranten Kecamatan Bawang, Pantai Jodo Gringsing, Pantai Celong Kuripan Subah.

“Hingga kini pemerintah terus mendorong masyarakat mengembangkan sektor wisata dan terbukti banyak rintisan desa wisata yang bermunculan, bahkan menjadi cukup populer,” tandasnya. (han/zal)