Sindikat Pencuri Burung Diringkus

772
DIRINGKUS: Sindikat pencuri burung yang berhasil diamankan petugas saat di bawa ke Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Sindikat pencuri burung yang berhasil diamankan petugas saat di bawa ke Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dua warga Desa Bawen Kecamatan Bawen terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kedapatan mencuri tiga ekor burung milik Zaenal Abidin, 43, warga Kelurahan Candirejo Kecamatan Ungaran Barat.

Kedua warga Desa Bawen tersebut yaitu Purwanto, 35 dan David, 27. Modus yang digunakan ke dua pelaku yaitu berpura-pura hendak bertamu ke rumah korban. Karena kondisi lingkungan dan rumah yang sepi keduanya lantas mencongkel gembok gerbang rumah korban. “Setelah masuk ke duanya langsung merusak tralis jendela rumah korban,” ujar Wakapolres Semarang, Kompol Cahyo Widyatmoko, Senin (8/1).

Usai berhasil masuk rumah korban, ke duanya langsung menggasak 3 ekor burung milik korban. Selain 3 ekor burung, pelaku juga mengasak barang berharga lain diantaranya dua jam tangan, gelang emas, giwang emas dan handphone milik korban.

Dikatakan Cahyo, pencurian dilakukan saat siang hari. Dimana di lingkungan rumah korban apabila siang hari dalam kondisi sepi. Kedua pelaku memang masuk dalam daftar pencarian pihak Polres Semarang. “Keduanya merupakan sindikat pencuri spesialis burung kicau,” ujarnya. Dikatakan Cahyo, saat keduanya ditangkap di rumahnya juga didapati beberapa ekor burung berkicau hasil curiannya.

Kesemuanya kemudian diamankan oleh pihak Polres Semarang untuk penyelidikan lebih lanjut. Selain pelaku, beberapa barang bukti juga ikut di amankan. Diantaranya dua jam tangan merek Fosil yang belum terjual, handphone merek Samsung S4, dan satu buah obeng yang digunakan pelaku untuk beraksi.

Saat di depan polisi salah satu pelaku, Purwanto mengaku jika burung-burung hasil curiannya tersebut rencananya akan di jual ke penadah di Kota Solo. Beberapa hasil curian yang sudah di jual yaitu 2 burung. “Saya jual di Solo laku Rp 6 juta dua burung jenis cucak rowo,” kata Purwanto.

Keseharian Purwanto yang bekerja serabutan tersebut mengaku melakukan aksi pencurian lantaran saat ini harga burung berkicau yang tinggi dan himpitan ekonomi.“Yang butuh dan mau menampung juga banyak,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Purwanto dan David dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 5 KUHP dengan ancaman hukum maksimal 7 tahun penjara. (ewb/bas)

Silakan beri komentar.