Pengelolaan Parkir Pasar Baru Kacau

849
MELANGGAR : Walaupun belum resmi diberlakukan untuk lokasi parkir, masyarakat sekitar Pasar Baru Batang sudah semangat menggelar lokasi parkir untuk pengunjung pasar. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MELANGGAR : Walaupun belum resmi diberlakukan untuk lokasi parkir, masyarakat sekitar Pasar Baru Batang sudah semangat menggelar lokasi parkir untuk pengunjung pasar. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sejak resmi ditempati pada 4 Januari 2018, hingga kini tata kelola parkir di Pasar Batang Baru semrawut. Belum adanya keputusan resmi dari pemerintah setempat melalui Dinas Perhubungan ataupun dinas terkait, membuat semua pihak merasa memiliki lahan parkir.

Seperti pantuan dari Jawa Pos Radar Semarang, dilantai 2 pasar ini yang sebenarnya bukan untuk parkir dijaikan lahan parkir baru. Padahal semestinya, sesuai aturan sejak awal, kendaraan roda dua berada di lantai dasar. Karena sejak semula, untuk bongkar muat. Hal ini menimbulkan keruwetan dengan pedagang yang ingin menurunkan barang dagangannya.

“Kacau, padahal sudah ada plang larangan parkir di jalur terminal bayangan. Petugasnya (dari Dishub) juga nggak terlihat, cenderung acuh. Kalau seperti ini terus dan nggak ada ketegasan dari petugas, bakal merugikan orang banyak, terutam para sopir angkutan barang,” ujar salah seorang sopir angkut yang enggan disebut namanya, Senin (8/1).

Tidak hanya dalam tata kelola parkir, kekacauan juga terjadi terjadi pada restribusi parkirnya yang tidak sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) Pemkab Batang. Dimana untuk parkir kendaraan roda dua saja ditarik dengan Rp 2.000, padahal seharusnya Rp 1.000.

Sebelumnya tim Saber Pungli Kabupaten Batang yang juga Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Batang, Retno Dwi Irianto menyebutkan, bahwa mulai awal tahun 2018, Perda parkir sudah diubah. Dimana sebelumnya untuk parkir sepeda motor Rp 500 dan mobil Rp 1.000, maka mulai Januari 2018 Perda baru untuk sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Kebijakan tersebut sudah disosialiasikan dengan rutin mengelar operasi Saber Pungli, di bebreapa kantong parkir di Kabupaten Batang.

Terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Batang, Wahyu menjelaskan bahwa hingga kini penataan parkir di Pasar Baru Batang memang belum rampung. Warga sekitar ngotot untuk menjalankan parkir, walaupun belum dapat rekomendasi resmi dari pemerintah.

“Hingga kini penataan parkir memang belum rampung, kami masih merumuskannya. hanya saja, masyarakat ingin segera mengaktifkan,” jelasnya, Senin (8/1).

Dijelaskan lebih lanjut, yang membuat parkir terlihat kacau, karena penataan memang belum tepat peruntukkannya. Banyak lokasi yang memang tidak untuk parkir, dipaksa untuk lokasi parkir. Karena menurut Wahyu, sebenarnya dari rekomendasi pemerintah, hanya ada 10 titik parkir saja, namun masyarakat meminta lebih, bahkan hingga 30 titik parkir.

“Banyak lokasi parkir yang sebenarnya bukan untuk peruntukkanya, seperti di lantai atas. Karena memnag hanya untuk bongkar muat barang saja, namun dipaksa untuk parkir roda dua,” jelasnya.

Pihaknya khawatir, jika kondisi ini terus berlangsung, maka akan berbahaya untuk bangunan pasar. Karena sejak awal dibangun, speknya tidak untuk parkir. Sehingga jika terus diberi beban lebih akan membuat konstruksi bisa menjadi mudah rusak. (han/zal)