Pelantikan Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

496
PROTES: Puluhan warga Desa Korowelang Kulon melakukan aksi unjuk rasa penolakan pelantikan perangkat Desa, kemarin (8/1). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Puluhan warga Desa Korowelang Kulon melakukan aksi unjuk rasa penolakan pelantikan perangkat Desa, kemarin (8/1). (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pelantikan perangkat desa yang digelar serentak di 249 desa di Kendal diwarnai aksi unjuk rasa. Selain itu banyak perangkat desa belum dilantik lantaran Kepala Desa yang enggan melantik.

Aksi unjuk rasa salah satunya terjadi di Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring. Puluhan warga memprotes pelantikan perangkat desa untuk jabatan Sekretaris Desa (Sekdes). Warga meminta pelantikan perangkat desa yang digelar dibatalkan karena warga tidak setuju dengan calon terpilih. Warga menilai perangkat desa yang dilantik tidak dikenal warganya.

Aksi demo warga ini dilakukan menjelang pelantikan dua perangkat desa. Puluhan warga membawa sepanduk bertuliskan tuntutan agar kades membatalkan pelantikan perangkat desa. Meski begitu Kades Korowelang Kulon tetap melangsungkan pelantikan meski sempat tertunda lama.

Menurut warga, sistem seleksi perangkat desa dengan tes CAT dinilai tidak tepat. Hanya menguntungkan mereka yang cerdas dalam bidang akademik saja. Namun kecerdasan sosial seperti bersosialisasi, jiwa ingin menolong dan mengabdi dengan warga kurang.

“Mestinya setelah dilakukan tes CAT, tiga calon perangkat desa dikembalikan lagi  ke warga. Baru kemudian warga melaksanakan pilihan dengan sistem suara dengan calon tiga peserta yang mendapat rangking tertinggi,” kata Nurmaji, warga Korowelang Kulon.

Dari hasil pilihan suara tersebut, itulah yang dianggap bisa mewakili suara warga. Yakni tidak hanya cerdas akademik saja tapi cerdas sosial. Dibuktikan dengan banyaknya warga yang memilih calon perangkat.

Sebab sekarang ini menurutnya banyak orang pintar tetapi untuk jujur. Selain bersosialisasi atau kedetangan dengan warga juga penting, karena sekdes itu nantinya akan melayani warga setiap harinya.

“Dengan dipilih langsung rakyat sehingga warga bisa menentukan pemimpin yang sesuai dengan harapan dan pilihan warga sendiri. Warga meminta agar pelantikan ditunda jika perlu hasil seleksi perangkat desa dibatalkan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Korowelang Kulon, Triyono menuturkan aksi warga ini karena ketidaktahuan warga tentang seleksi perangkat desa dengan sistem CAT. “Pemahaman warga, seleksi perangkat desa ini ada kewenangan kepala desa padahal tidak ada kewenangan karena dalam aturan pelaksanaan menggunakan komputer,” kata Triyono.

Sementara disejumlah desa lain, pelantikan perangkat desa batal dilaksanakan. Diantaranya di Desa Turunrejo, Kecamatan Brangsong, Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu dan Harjodowo Kecamatan Sukorejo.

Di Desa Turunrejo dan Harjodowo Kepala Desa enggan melantik lantaran adanya gugatan PTUN dari peserta seleksi perangkat desa lain. Sedangkan di Desa Kumpulrejo, Kepala Desa tidak sedang ditempat. “Hingga waktu pelantikan Kepala Desa hadir, kami hubungi nomor HP tidak aktif,” kata Kapolsek Kaliwungu, AKP Nanung Nugroho. (bud/bas)