Ngaku Polisi, Perkosa Siswi SMA

2243
HADIAHI TIMAH PANAS : Petugas Polres Brebes memapah tersangka perampasan dan perkosaan. Pelaku terpaksa melumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur. (Radar Tegal)
HADIAHI TIMAH PANAS : Petugas Polres Brebes memapah tersangka perampasan dan perkosaan. Pelaku terpaksa melumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur. (Radar Tegal)

RADARSEMARANG.COM, BREBES –  Aksi pemerkosaan disertai perampasan sepeda motor korban kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes. Kali ini, kejadian menimpa anak di bawah umur yang diperkosa di kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa, Kabupaten Brebes, Kamis (4/1) malam.

Dalam aksinya, pelaku yang berjumlah dua orang itu mengaku-ngaku sebagai anggota polisi. Namun, kini keduanya diringkus jajaran Polres Brebes, bahkan seorang di antaranya terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap.

Korban pemerkosaan yakni L. Seorang pelajar di salah satu SMA di Kabupaten Brebes, 16, warga Desa Sigambir, Kecamatan Brebes. Sedangkan kedua pelaku yakni Delta, 31, warga kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal dan Reza, 24, warga Kecamatan Brebes. Kedua pelaku diringkus polisi kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Pelaku Reza berhasil diamankan terlebih dahulu tak lama setelah kejadian. Sedangkan Delta, berhasil diamankan oleh anggota Resmob Jumat siang (5/1). Khusus Delta, terpaksa dihadiahi timah panas lantaran melawan saat ditangkap.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula pada saat korban bersama pacarnya, T, 15, sedang nongkrong di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes sekitar pukul 20.30. Korban saat itu menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam. Saat asik berduaan, tiba-tiba mereka didatangi pelaku yang mengaku anggota kepolisian.

Pelaku yang saat itu tengah mengonsumsi minum-minuman keras langsung membawa korban. Pelaku Reza, kata Kapolres, dengan sepeda motornya membawa teman laki-laki korban. Sedangkan Delta membawa L menggunakan motor korban.

“Korban (L) ini dibawa oleh salah satu pelaku menggunakan sepeda motor teman lelakinya. Di sekitar areal persawahan di Kelurahan Limbangan Wetan, korban dipukul dan ditampar, sebelum akhirnya diperkosa,”  ujarnya.

Dia mengungkapkan, kasus tersebut terbongkar berawal dari pelaku Reza yang membawa teman laki-laki korban. Mungkin dalam kondisi tidak sadar, pelaku membawa pacar korban ke Mapolsek Brebes. Saat itu juga, pacar korban meminta tolong dan pelaku diringkus. Dari penangkapan tersebut lantas polisi melakukan pengembangan.

“Dalam kasus ini, kedua pelaku mengaku anggota kepolisian. Dan saat ini pelaku dan barang bukti (pakaian dan sepeda motor) diamankan di Mapolres Brebes,”  jelasnya.

Atas perbuatannya itu, sambung Kapolres, kedua pelaku diancam pasal berlapis. Yakni, pancurian dengan kekerasan dan pemerkosaan anak di bawah umur. » Kami terus melakukan pengembangan. Akibat kejadian ini korban mengalami trauma,»  sambungnya.

Sementara, Delta, salah seorang pelaku mengaku dirinya saat itu dalam kondisi mabok berat. Dia juga menyesal akibat perbuatannya tersebut. Dia membantah mengaku polisi, karena yang mengaku polisi adalah temannya. Dia hanya mengucapkan siap ndan saat diperintah kawannya. “Saat itu saya mabuk berat dan khilaf,”  tuturnya.  (ded/fat/jpg/zal)