Upaya menciptakan kewirausahaan para guru swasta di Indonesia, harus ditempuh dengan segala cara. Salah satunya adalah upaya sistemik yang dilakukan melalui pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dalam pembelajaran. Pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dapat dilakukan dalam hal pembentukan nilai-nilai kewirausahaan pada diri guru yang menyertai perkembangan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Upaya lain untuk menciptakan kewirausahaan para guru bisa melalui seminar kewirausahaan, pelatihan maupun secara otodidak.

Pendidikan kewirausahaan yang dapat diberikan dalam hal ini adalah membekali guru mengenai pentingnya jiwa entrepreneurship sebagai alat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi. Selain itu, membuka jalan pikir guru bahwa guru sebagai golongan terpelajar hendaknya menjadi seseorang yang produktif, dan tidak hanya menggantungkan nasib kepada pemerintah. Justru mempersiapkan diri sebagai wirausahawan sekaligus abdi negara adalah profesi yang bermanfaat.

Entrepreneur bukan berarti harus menjadi pengusaha, pedagang, maupun pebisnis. Namun pada hakikatnya jiwa wirausaha (entrepreneurship) terkait bagaimana cara menghasilkan nilai tambah pada profesi seseorang. Seseorang dikatakan memiliki jiwa wirausaha jika ia mampu memberikan nilai tambah pada profesi yang ditekuninya.

Guru adalah pekerjaan profesi yang condong dalam mengajar dan mendidik siswa untuk belajar menjadi lebih baik dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005 pasal 35 ayat 2 soal pemenuhan beban kerja guru, disebutkan beban kerja guru harus memenuhi syarat minimal sekurang kurangnya 24 jam mengajar dan maksimal 40 jam tatap muka per minggu. Maka, untuk membantu guru-guru yang tidak dapat memenuhi ketentuan jam kerja minimal, ada berbagai alternatif kegiatan tambahan yang bisa dipilih sebagai solusi. Jadi jika dibuat rata-rata guru hanya menghabiskan waktu 6-7 jam di sekolah. Sementara sisa waktu sehari semalam yang 24 jam, masih bisa dioptimalkan untuk kegiatan kewirausahaan. (ur/bas)

Guru MI Al Islam Gunungpati Ungaran