Oleh: Muhamad Abdul Rohim, S.Pd.I.
Oleh: Muhamad Abdul Rohim, S.Pd.I.

RADARSEMARANG.COM – GURU Pada masa reformasi ini, adalah sebuah profesi yang telah mendapat penghargaan dari Pemerintah melalui sertifikasi guru. Sehingga orang mengganggap, menjadi guru sudah mencapai taraf kehidupan yang sejahtera.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah penghargaan dari pemerintah melalui sertifikasi guru tersebut sudah dirasakan secara menyeluruh? Artinya siapapun orangnya, baru atau sudah lamakah dia, yang penting berprofesi sebagai guru berarti harus sudah layak mendapatkan penghargaan tersebut? Tidak, ternyata harus melalui tahapan tahapan yang harus ditempuhnya.

Melalui sertifikasi, semua mempunyai  kesempatan yang sama baik yang sudah berstatus negeri maupun yang masih swasta. Bagi sebagian golongan bahwa program tersebut merupakan nilai tambah, ada juga yang menilai hal tersebut adalah sebagai kehidupan baru khususnya bagi guru swasta. Mengapa tidak, bertahun tahun berjuang, menuntun serta menyapa tunas bangsa ini dengan upah yang kecil, namun berusaha untuk tetap tersenyum, sabar dan ikhlas. Di tengah himpitan ekonomi yang kian melambung, tetap saja masih ingin tersenyum.

Dalam benak penulis, terkadang sempat bertanya, mengapa yang negeri juga bisa mendapatkannya? Mereka sudah digaji Pemerintah, mereka sudah tercukupi, harusnya yang swasta ini dengan upah  kecil untuk lebih diperhatikan.

Tidak heran jika setiap tahun, para pendaftar pegawai di instansi Pemerintah membludak. Mereka datang dengan tujuan yang sama yaitu, ingin mendapatkan pengakuan status ekonominya, dengan kata lain adalah pegawai negeri.